Orang yang Selingkuh Pasti Akan Merasakan Ini, Jangan Sampai Anda Salah Satunya!


SURATKABAR.ID – Salah satu masalah terpelik yang harus dihadapi dalam relationship adalah perselingkuhan. Sudah banyak contoh kasus yang membuktikan ujung dari perselingkuhan jarang yang menyenangkan—baik bagi diri sendiri maupun bagi hubungan. Meski begitu, masih saja ada banyak orang, entah pria atau wanita, yang terjebak ‘secara tak sengaja’ di dalamnya. Bahkan banyak juga yang secara sadar dan rela hati diduakan demi nama cinta.

Faktanya, perselingkuhan tak hanya terjadi pada hubungan yang tak harmonis. Pasangan yang selalu tampak baik-baik saja pun tak bisa benar-benar luput dari kemungkinan terkena perselingkuhan. Layaknya tak ada manusia yang sempurna, siapa saja bisa selingkuh. Tak peduli seberapa baik pasangannya dan sebahagia apa pun hubungannya, selingkuh bisa terjadi kapan saja karena faktor keserakahan sesaat.

Seperti dikutip dari laman Bintang.com, Jumat (04/05/2018), selingkuh memang merupakan euforia sesaat. Perasaan senang, perasaan disayang dan sensasi berbunga-bunga yang diberikan selingkuhan Anda itu semua hanya sementara. Cepat atau lambat, Anda akan menyesalinya, dan Anda takkan bisa mengulang waktu untuk mengubah keputusan berselingkuh dulu. Anda hanya bisa menerima efek domino yang ditimbulkan lengkap dengan sebab-akibatnya.

  1. Memang, selingkuh mungkin terasa lebih seru dan menyenangkan… Awalnya.

 

Tentu saja menyenangkan jika Anda mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari dua orang sekaligus. Jika yang satu sedang menyebalkan, Anda bisa dengan begitu mudah dan egoisnya melarikan diri ke yang satunya. Jika dua-duanya lagi menyenangkan, kebahagiaan yang membuat hati berbunga-bunga pun berlipat ganda! Tapi ingat, kan, dosanya juga berlipat ganda?

Baca juga: Tahukah Kamu? Cowok Dewasa Gak Melakukan 8 Hal Ini Pada Pacarnya

  1. Tapi kesenangan itu takkan bertahan lama, karena Anda akan dihantui oleh rasa bersalah kepada pasangan Anda. Bahkan kepada keduanya—baik pasangan resmi maupun selingkuhan Anda. Karena pada dasarnya, tiap insan manusia dikaruniai nurani yang baik.

Sebahagia-bahagianya Anda bersama selingkuhan, selega-leganya Anda mendapat perhatian dan kasih sayang dari dua orang sekaligus, tetap saja ada satu sisi di hati Anda di mana Amda merasa disesakkan dengan perasaan bersalah kepada keduanya. Mendadak euphoria senang-senang sesaat itu pun langsung berubah menjadi rasa bersalah yang berlipat ganda karena tak bisa memilih diantara keduanya. Jika sudah begitu, utuhkah kebahagiaan Anda?

  1. Sekali Anda menemukan kekurangan pada diri selingkuhan Anda, Anda akan membandingkannya dengan pasangan resmi dan semakin menyesali diri, selain malu atas perbuatan Anda.

Jika selingkuhan Anda jauh lebih baik dari pasangan resmi, besar kemungkinan Anda akan jauh dari penyesalan. Tapi seseorang tak bisa selamanya baik, dan sekali Anda menemukan kekurangan pada diri selingkuhan, Anda kemungkinan akan membandingkannya dengan pasangan resmi. Kemudian menyesali, kenapa Anda mengkhianatinya untuk orang seperti ini.

Atau mungkin juga sebaliknya. Selingkuhan Anda sangat baik sehingga Anda merasa malu hati mengapa bisa-bisanya Anda dengan tega dan kejam menduakan orang yang sebaik dan serela ini kepada Anda.

  1. Akhirnya Anda sadar bahwa selingkuhan Anda tak lebih baik dari pasangan resmi, bahwa kebahagiaan yang Anda dapat hanya sesaat, bahwa mungkin kesalahan terbesar justru terletak pada diri Anda sendiri, bukan pada pasangan resmi maupun selingkuhan Anda.

Setelah euphoria zsa zsa zsu dari perselingkuhan itu habis karena selingkuhan Anda juga mulai menunjukkan sifat tertentu yang tak cocok dengan Anda, atau mungkin mulai menuntut Anda untuk memilih dengan tegas karena tak sudi diduakan, semua akan tergantikan dengan penyesalan hebat. Masalah yang lebih rumit. Anda akan tersadar bahwa Anda sendirilah yang sudah bermain api dengan mempermainkan hidup dan perasaan dua orang sekaligus. Siapkah Anda dengan segala risiko dan konsekuensinya?

  1. Anda benar-benar menyesalinya, dan meragukan apakah setelah apa yang Anda perbuat, Anda masih pantas mendapatkan pasangan yang baik?

Mengingat apa yang sudah Anda lakukan pada hubungan Anda, terlebih kalau Anda berkhianat kepada kedua orang sekaligus (pasangan resmi dan selingkuhan), bukan tak mungkin itu akan mempengaruhi kepercayaan diri Anda ke depannya. Anda mungkin akan mulai dikejar-kejar rasa khawatir akan kedatangan karma yang entah kapan datangnya, mengingat hidup masih panjang.

Kalaupun penyesalan tak bisa dihindari, setidaknya pastikan penyesalan itu beriringan dengan kesadaran Anda untuk belajar agar ke depannya Anda mampu menjadi pasangan yang lebih baik, dan agar perselingkuhan itu takkan terulang lagi kelak.

Sejatinya, jika Anda tak bahagia dengan pasangan Anda, tinggalkan! Bukan berselingkuh. Bersikaplah tegas, atau temukan solusi untuk memperbaiki hubungan. Bukan kompensasi dan pelarian.

Jika Anda saat ini merasa tak bahagia dengan hubungan Anda dan pasangan, perbaiki situasi. Jangan melarikan diri ke orang lain. Rumput tetangga selalu tampak lebih hijau daripada rumput halaman sendiri. Jika ingin rumput di halaman Anda tampak sama hijaunya, alih-alih meratapi, bukankah akan lebih baik jika mengambil langkah nyata dan segera memperbaiki?

Jika sudah tak bisa diperbaiki, ambil keputusan terbaik berdasarkan sejumlah pertimbangan matang. Mungkin tak bisa tergesa, juga tak bisa segera. Tapi jangan lantas mencari pelipur lara dengan menciptakan masalah baru lewat perselingkuhan. Pengkhianatan hanya akan berimbas pada lebih banyak pihak yang tersakiti. Padahal, peliknya hal ini sangat dapat dihindari jika saja Anda bisa lebih tegas dan berani mengambil keputusan sedari awal.

Setiap orang berhak dicintai dengan loyalitas dan dedikasi. Anda, pasangan resmi dan selingkuhan Anda pun idealnya berhak berada dalam hubungan sehat yang saling setia dan mendukung satu sama lain, bukan tak direspek dan dikhianati.