Polda Jawa Barat Hentikan Kasus yang Membelit Habib Rizieq


    SURATKABAR.ID Tokoh Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab sedikit bernafas lega, pasalnya pihak Kepolisian Daerah Jawa Barat menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) untuk kasus dugaan penghinaan Pancasila.

    Informasi tersebut dibenarkan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Umar Surya Fana. Ia menyatakan jika SP3 tersebut sudah diterbitkan bulan Februari atau Maret 2018 yang lalu.

    “Betul sudah lama kok,” kata Umar, Jumat (4/5/2018), dikutip dari cnnindonesia.com.

    Umar menjelaskan jika terbitnya SP3 tersebut karena disimpulkan jika tindakan Habib Rizieq bukan termasuk penghinaan terhadap Pancasila.

    Baca Juga: Masih Ingat Kasus Chat Mesra Habib Rizieq-Firza Husein? Begini Kelanjutannya

    “Hasil penyidikan menyimpulkan bukan merupakan tindak pidana,” ujar dia.

    Sebelumnya, Habib Rizieq telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Barat menerima limpahan laporan Sukmawati Soekarnoputri yang dari Bareskrim Polri. Putri Presiden pertama Indonesia Soekarno itu menuding Habib Rizieq melontarkan kata-kata yang tidak pantas terkait Pancasila dan aduannya diterima dalam lapiran bernomor LP/1077/X/2016/Bareskrim.

    Sukmawati merasa keberatan dengan pernyataan Habib Rizieq yang mengatakan jika ‘Pancasila Sukarno Ketuhanan ada di pantat, sedangkan Pancasila Piagam Jakarta Ketuhanan ada di kepala’. Pernyataan Habib Rizieq tersebut menyebar luas di media sosial Youtube.

    Sementara itu, kuasa hukum Habib Rizieq, merasa gembira dengan terbitnya SP3 tersebut. Sejak semula dirinya menduga jika kasus tersebut tidak bakal berlanjut.

    “Alhamdulilah, ini sudah tepat,” kata Sugito, Jumat (4/5/2018), dikutip dari cnnindonesia.com.

    Sugito menilai jika SP3 ini merupakan sesuatu yang cukup wajar terjadi. “Penyidik kan telah memeriksa saksi-saksi, dan Mens Rea (Niat Jahat)-nya tidak ditemukan. Wajar saja diterbitkan SP3,” katanya.