Video Tausyiah di Malam Takziah Sang Ibu Viral, Rupanya Begini Kehidupan Si Cilik Durrah El Qudsia


SURATKABAR.ID – Jika bagi kebanyakan orang kepergian orang tercinta untuk selamanya menjadi hal paling berat untuk dijalani bahkan bagi orang dewasa sekalipun, maka tidak demikian dengan bocah cilik yang baru berusia 5 tahun ini.

Adalah Durrah El-Qudsia, bocah asal Palembang yang harus ditinggalkan ibu tercinta di usianya yang masih terbilang sangat belia tersebut. Namun hal itu tak lantas membuatnya tenggelam dalam lautan duka berkepanjangan.

Dilansir dari Tribunnews.com, bocah cilik ini justru menunjukkan sikap seolah orang dewasa yang sudah sanggup berpikir dengan matang dan memahami arti dari kehidupan. Berbeda dengan kebanyakan anak kecil seusianya, Durrah memanjatkan doa agar sang ibu mendapat tempat yang layan di sisi-Nya.

Hal yang membuat banyak orang memandang penuh kekaguman kepada Durrah adalah ia begitu tegar dan berani memberikan tausyiah pada malam tahlilan kematian sang ibu tercinta. Aksi sDurrah cilik yang tengah bertausyiah tersebut langsung viral usai diunggah oleh salah seorang jamaah tahlilan.

Menurut pengakuan sang ayah, Mukhbitin, putri semata wayangnya tersebut memang sangat gemar mempelajari ilmi-ilmu agama. Bahkan sejak usianya masih sangat dini, yakni di umur 3 tahun. Dan semua itu berkat didikan yang ia berikan bersama almarhumah istri.

Baca Juga: Mulut Jenazah Keluar Belatung dan Kotoran, Apa yang Dilakukannya Semasa Hidup?

“Dia (Durrah) selain ceramah, juga bisa ngaji. beberapa doa dan surat Al Quran sudah hapa. Almarhumah ibunya yang mengajarkan Durrah ilmu agama. Selain juga terkadang ikut saya ceramah,” ungkap Mukhbitin, dikutip dari Tribunnews.com, Minggu (29/4).

Malang, kebersamaan penuh cinta dan kasih sayang Durrah dan sang ibu, Rifdayani harus dipisahkan oleh takdir kematian. Rifdayani yang berusia 29 tahun tersebut meninggal karena sakit pada Kamis (26/4) lalu.

Usai dimakamkan keesokan harinya, keluarga mengadakan tahlilan di rumah duka. Dan Durrah beraksi sebagai ‘Ustazah’ dalam acara doa keselamatan untuk arwah sang ibunda tercinta. Di malam kedua, Durrah kembali berdiri di hadapan para jamaah tahlil memberikan tausyiah keagamaan.

Menurut pengakuan Mukhbitin, putri kecilnya sama terpukulnya dengan kepergian sang ibu. Namun begitu didbujuk dan ditenangkan, Durrah sanggup menghilangkan kesedihan yang menghampirinya. Ia bahkan langsung bangkit.

“Tapi setelah kami bujuk, ditenangkan, Durrah tidak nangis lagi. bahkan dia bilang ‘Saya mau membanggakan ibu’,” tutur pria yang merupakan seorang da’i tersebut sambil menirukan kata-kata yang keluar dari mulut kecil putri manis 5 tahunnya tersebut.

Durrah kembali menunjukkan bakat dan kepandaiannya dalam menyampaikan tausyiah di malam ketiga tahlilan almarhumah sang ibu. Pada kesempatan tersebut, ia membawakan tausyiah mengenai suri tauladan dari Nabi Muhammad SAW.

Suara lantang yang penuh kepercayaan diri keluar dari sosok Durrah. Meski masih begitu kecil, ia sanggup berceramah seperti ustazah profesional yang telah malang melintang dari masjid ke masjid. Rupanya, si kecil Durrah bercita-cita menjadi seorang pendakwah. “Pengen jadi ustazah,” katanya polos.

Lihat tausyiah yang dibawakan Durrah pada hari ketiga tahlilan almarhumah sang ibunda: