Said Iqbal Tepis Pihaknya Minta Jatah Menteri ke Jokowi


SURATKABAR.ID Said Iqbal selaku Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) meluruskan pernyataan Oesman Sapta Odang yang merupakan pernyataan Ketua Umum Partai Hanura. Sebelumnya diketahui, Oesman Sapta Odang mengkritik Said Iqbal karena dinilai meminta jatah menteri kepada Presiden Joko Widodo. Said mengklaim dirinya tak pernah meminta jatah menteri kepada Presiden Jokowi demi dukungan serikat buruh dalam Pemilihan Presiden 2019.

“Saya enggak pernah meminta ke Presiden Jokowi seperti itu,” tegas Said saat dihubungi awak media, Rabu (02/05/2018). Demikian sebagaimana dikutip dari reportase Kompas.com, Kamis (03/05/2018).

Menurut Said, yang sebenarnya, KSPI mendekati semua tokoh yang berpotensi menjadi calon presiden di Pilpres 2019. Nama-nama tersebut adalah Prabowo Subianto, Rizal Ramli, Yusril Ihza Mahendra, Gatot Nurmantyo, dan termasuk Joko Widodo.

KSPI meminta kepada mereka semua agar menteri yang membidangi persoalan buruh dijabat oleh orang dari KSPI.

“Tapi, kan, dengan Pak Jokowi, kami minta ketemu, tapi enggak ada respons ya, mungkin karena beliau itu presiden dan sibuk. Dengan Pak Jokowi sendiri kalau jadi bertemu, syarat mutlak kita adalah cabut PP 78 tentang Pengupahan, baru kita mau diskusi,” ungkap Said.

Baca juga: Fadli Zon Sebut Kehidupan Buruh Era Jokowi Makin Suram

Dengan demikian, ini berarti permintaan jatah menteri dari serikat buruh tidak spesifik ditujukan ke Jokowi saja, melainkan ke seluruh tokoh yang berpeluang maju dalam Pilpres 2019.

Dukung Prabowo Subianto 

Namun, akhirnya KSPI menjatuhkan dukungan kepada Prabowo Subianto untuk Pilpres 2019. Sebab, menurutnya, hanya Prabowo yang mau menandatangani 10 poin kontrak politik dengan kelompok buruh. Said menyebutkan, permintaan jatah menteri seperti itu bukanlah hal baru dalam politik.

Di sejumlah negara, serikat buruh memberikan dukungan kepada tokoh yang memenuhi kontrak politik, salah satunya menteri bidang perburuhan diserahkan ke tokoh buruh.

“Yang penting lagi, apa yang saya bicarakan, bukan sikap personal saya. Namun, keputusan organisasi keseluruhan yang didapat dari hasil rapat kerja nasional tanggal 28-29 April 2018 lalu di Jakarta,” tandas Said.

Sebelumnya, Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang mengkritik Said Iqbal yang meminta jatah menteri kepada Jokowi demi dukungan buruh pada Pilpres 2019 mendatang.

“Janganlah mereka mintanya jatah tiga menteri, terus tidak dikasih, terus dia itu mendukung orang lain,” kata Oesman saat dijumpai di Istana Presiden, Jakarta, Rabu (03/05/2018).