Haramkan Hukum Memilih Jokowi, Beginilah Video Kontroversi Ceramah Sugi Nur di Solo


SURATKABAR.ID – Lagi-lagi rumah ibadah umat muslim dijadikan tempat berpolitik. Dan yang menjadi sorotan kali ini adalah sebuah masjid di Semanggi, Kota Surakarta, Jawa Tengah, di mana terdengar muatan berunsur politik dalam ceramah salah seorang tokoh keagamaan.

Dilansir dari laman Tribunnews.com, sosok Sugi Nur diundang untuk menjadi pembicara dan dalam ceramahnya di hadapan para jamaah masjid, ia sempat menyampaikan sejumlah hal bermuatan politik yang ditujukan kepada sosok Joko Widodo (Jokowi) yang akan maju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Kalimat kontroversial terlontar dari mulut Sugi Nur. Ia meminta kepada seluruh jamaah agar tidak memilih Jokowi. Jika ada yang memilih calon presiden (capres) tersebut, diminta untuk angkat kaki dari Masjid MUI di kawasan Semanggi, Surakarta tersebut.

“Bagi saya Jokowi haram,” tuturnya dengan tegas seperti yang terdengar dalam penggalan ceramahnya, dikutip dari laman Tribunnews.com Kamis (3/5/2018). “Gimana ini? Ganti presiden? Di sini yang pilih Jokowi keluar dari masjid,” tambah Sugi Nur.

Aksi tersebut sontak menuai kontroversi di kalangan netizen Twitter. Kebanyakan menanggapi pernyataan Sugi Nur dapat mengakibatkan  terpecahbelahnya kerukunan antar umat. Tak sedikit pula yang menilai sosok penceramah tersebut menghalalkan apapun demi mencapai tujuannya.

Baca Juga: May Day Dipolitisasi, NasDem: Ini Ketakutan Luar Biasa terhadap Jokowi

Saya kalo ada di masjid itu pasti langsung keluar,” tukas salah seorang netizen.

Gak kapok kapok wong ini,” celetuk pemilik akun Twitter yang lain tak mau kalah.

Astaghfirullah…., sudah diperlihatkan orang2 yg dngn sesuka hatinya brbicara di luar konteks agama di dlm Masjid, shingga umat terpecahbelah yg mengakibatkan kerusakan meluas. Sudah diperlihatkan kerusakan di timteng akibat politisasi agama, tidak takutkah akan murka Allah SWT?” tulis yang lain.

Aneh bin ajaib yah kalau urusan politik… semua cara dihalal kan, sebenarnya mereka tahu, kalau tindakan seperti itu salah. tapi mata hati dan pikirannya sudah gelap,” komentar penghuni jagad maya menanggapi rekaman ceramah Sugi Nur.

Pelanggaran terhadap Imbauan Menteri Agama

Ceramah Sugi Nur di Surakarta tersebut sangatlah disayangkan oleh masyarakat luas. Pasalnya sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sempat menyatakan rumah ibadah bukan tempat yang layak untuk menyampaikan aspirasi politik.

“Jangan sampai rumah ibadah digunakan sebagai tempat yang justru menggunakan agama untuk membuat polarisasi di tengah masyarakat hanya karena aspirasi politik yang berbeda,” jelas Lukman Hakim Saifuddin yang ditemui di Bidakara, Jakarta, Rabu (18/4).

Lukman menambahkan, seharusnya agama dijadikan tuntunan umat untuk tetap hidup dalam situasi penuh damai. “Justru agama memiliki ajaran yang sama bagaimana agar di tengah kemajemukan kita tetap hidup damai.”

“Karena nilai agama menjadi faktor yang merekatkan itu, yang menjalin, yang merangkai keragaman itu sehingga sebagai bangsa kita tetap terjaga keutuhan kita,” tambah Lukman yang kemudian mengimbau menjaga Rumah Ibadah agar selalu suci sehingga tak lagi digunakan pihak yang memiliki tujuan tertentu.

“Karena itu rumah ibadah kita jaga kesuciannya, jangan sampai digunakan oleh pihak yang memang ada maksud tertentu untuk membenturkan antar umat beragama yang memang tidak sama keyakinannya dengan kendaraan politik dengan cara-cara mempolitisasi nilai agama,” pungkas Lukman.