Soal Cuitan Intimidasi Terhadap Bu Susi, Polisi Akan Panggil Akun @NetizenTofa


SURATKABAR.ID – Komisaris Besar Argo Yuwono selaku Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya mengungkapkan, polisi berencana memanggil pemilik akun Twitter @NetizenTofa, Mustofa Nahrawardaya terkait kicauannya tentang insiden intimidasi terhadap Susi Ferawati di acara Car Free Day di Thamrin Jakarta. Pemanggilan Mustofa itu untuk menindaklanjuti laporan Susi pada Senin (30/04/201). Pasalnya, kicauan di Twitter membuat Susi terancam dan mengalami perundungan (bully) di media sosial.

“Kami berencana memanggil terlapor (Mustafa). Kami terlebih dahulu harus menyelidiki kasus ini,” papar Argo saat dihubungi awak media sebagaimana dikutip dari laporan CNNIndonesia.com, Selasa (01/05/2018).

Mustofa mengunggah sejumlah kalimat di akun Twitter pribadinya untuk menanggapi peristiwa intimidasi di Car Free Day.

“Ibunya harus paham situasinya. Kalau gak mau ribut, copot kaosnya. Biar anaknya tenang,” tulis Mustofa lewat akun @NetizenTofa.

Susi melaporkan Mustofa ke polisi yang tercatat dalam Laporan nomor TBL/2376/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 30 April 2018. Perkara yang dilaporkan adalah pengancaman melalui media elektronik sesuai Pasal 27 (4) jo Pasal 45 (4) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Baca juga: Ketua MPR Sayangkan Intimidasi Massa #2019Ganti Presiden vs #DiaSibukKerja

Sementara itu, Mustofa yakin laporan terhadapnya tidak akan ditindaklanjuti oleh polisi. Dia merasa kicauannya bukanlah ancaman, melainkan saran kepada Susi.

“Kalau mengancam itu seperti saya bilang saya akan membunuh, saya akan merampok. Mengancam itu hal yang belum terjadi, makanya itu ancaman. Saya berada di lokasi saat itu, jadi cuitan saya hanya memberi saran saja, sebab Susi memang berjalan melewati kami (kelompok #2019GantiPresiden),” ujar Mustafa saat dihubungi.

Mustofa menyebut Susi saat itu memakai baju lapis dua. Itulah sebabnya Mustafa bilang lebih baik melepas kaus yang bertuliskan #DiaSibukKerja tersebut.

Dia justru balik menyebut bahwa kelompok #DiaSibukKerja melanggar imbauan Kapolres Jakarta Pusat, Komisaris Besar Roma Hutajulu yang mengimbau agar kedua kelompok tidak bertemu di CFD untuk menghindari konflik.

“Mereka (kelompok #DiaSibukKerja) juga melanggar, mereka melewati kelompok kami. Makanya terjadi seperti itu. Menurut saya hal tersebut wajar jika dua kelompok berlawanan bertemu,” imbuh Mustofa kemudian.

Orangtua Punya Andil dalam Trauma Anaknya

Dalam laporan Tirto.ID, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) disebutkan juga ikut menyayangkan insiden intimidasi yang terjadi pada Susi dan anaknya. Komisioner KPAI Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak Jasra Putra menyebut kegiatan politik yang mengarah kepada intimidasi terutama intimidasi kepada anak seharusnya tidak terjadi.

Jasra juga menyayangkan sikap Susi lantaran mengajak anaknya ikut dalam kegiatan politik. Pelibatan anak dan intimidasi ini, kata Jasra, akan berpengaruh terhadap psikologi dan perkembangan anak.

“Anak-anak itu wajib dilindungi dari penyalahgunaan politik,” ucap Jasra sembari merujuk pada Pasal 15 Nomor 35 tahun 2014 tentang Undang-undang Perlindungan Anak.

Intimidasi terhadap Susi dan anaknya kini tengah menjadi viral di media sosial. Dalam video yang diunggah oleh akun Jakartanicus di YouTube, sekelompok warga yang memakai kaus bertuliskan #2019GantiPresiden mengintimidasi Susi dan anaknya yang memakai kaus #DiaSibukKerja.

Dalam video, tampak pula seorang lelaki berkaos putih bertuliskan #DiaSibukKerja berjalan sambil disoraki kerumunan berkaos #2019GantiPresiden. Kerumunan mengipas-ngipasinya dengan duit pecahan Rp 100 ribu dan mendesak dia mengaku telah dibayar supaya mau ikut gerakan #DiaSibukKerja. Intimidasi serupa dialami seorang ibu dan anak lelakinya.

Ia menuturkan setiap orang berhak mengeluarkan kebebasan berbicara. Namun, juga harus menghormati orang lain jika terjadi perbedaan pendangan atau pendapat. “Demokrasi kita melindungi perbedaan pendapat,” ujar Fritz, salah seorang anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), seperti dikutip dari laporan Tempo.co.