KPAI Beri Imbauan Tegas Terkait Video Ayah Tendang Anak yang Kini Viral  


SURATKABAR.ID – Beredarnya video yang menampilkan adanya adegan kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh seorang ayah kini tengah viral di tengah media sosial dan masyarakat. Insiden yang terjadi di tempat bermain anak (playground) Mall Kelapa Gading Jakarta Utara tersebut menghebohkan publik. Dalam tayangan videonya, seorang pria dewasa tampak menendang anak laki-laki lantaran anak perempuan si bapak telah secara tak sengaja tertabrak ayunan dari bocah lelaki tersebut.

Melansir reportase OkeZone.com, Selasa (01/05/2018), Ai Maryati Solihah selaku Komisioner Bidang Trafficking dan Eksploitasi Anak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai, sikap yang dilakukan oleh orangtua anak perempuan itu tak sepantasnya dilakukan. Apalagi, anaknya terjatuh bukan karena disengaja oleh bocah lelaki yang ditendang punggungnya itu.

“Ini perilaku di luar kontrol. Seorang dewasa seharusnya punya kontrol emosi apalagi pengendalian untuk bertindak fisik pada anak di bawah umur, pentingnya parenting skill untuk melindungi anak,” tandas Ai saat dikonfirmasi wartawan terkait viral-nya video tersebut, Jakarta, pada Sabtu (28/04/2018) kemarin.

Kemungkinan Mediasi

Ai melanjutkan, insiden ini tentu membuat resah dan anak-anak yang menjadi korban. Menurutnya, KPAI akan membuka kemungkinan untuk melakukan mediasi terhadap kedua orangtua tersebut.

Menurut Ai, seharusnya orangtua juga melakukan pengawasan terhadap anak apabila sedang beraktivitas di playground. Meskipun dirasa aman, tambah Ai, arena bermain juga bisa menyebabkan kecelakaan terhadap anak jika pengawasan yang ketat tidak dilakukan terhadap anak.

Baca juga: Videonya Viral, Ini 7 Fakta Kejadian Bocah yang Guyur Oli ke Sekujur Tubuhnya

“Tidak lengah dengan barang lain atau keperluan lain karena dikhawatirkan terjadi insiden atau hal tak diinginkan. Pada case ini anaknya tersenggol ayunan anak lagi. Itu hal yang perlu dicegah jika orangtua fokus pada anak,” tegas Ai.

Sementara itu, Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Pujiyarto, mengungkap bahwa tadi malam, orangtua korban yang ditendang sudah membuat laporan awal mengenai insiden penendangan tersebut.

“LP (laporan)-nya dibuat Polsek (Kelapa Gading). Untuk laporan sementara di Polsek,” sebut Pujiyarto saat dikonfirmasi secara terpisah.

Sanksi Sosial

Sementara itu, mengutip laporan IDNTimes.com, Aliansi Orang Tua Cinta Kasih bersama Indonesia Child Protection Watch juga ikut mengutuk tindakan yang sewenang-wenang oleh oknum bapak tersebut.

Mereka juga meminta aparat penegak hukum seperti polisi untuk mengusut kasus ini untuk menyelidiki lebih lanjut terkait adakah pelanggaran pidana dan efek jera apa yang bisa diberikan.

“Sehingga menjadi pelajaran bagi orangtua yang selalu melakukan tindak kekerasan dan kesewenangan pada anak. Sanksi sosial harus diberikan oleh masyarakat agar elemen masyarakat bisa menjadi benteng pertahanan dalam menjaga norma masyarakat,” ungkap Ketua Indonesia Child Protection Watch, Erlinda melalui keterangannya kepada pers, Sabtu (28/04/2018).

Erlinda juga menilai perbuatan bapak tersebut tak hanya membuat memar di sebagian tubuh anak, namun lebih parah lagi, ini bisa mengakibatkan trauma berkelanjutan atau ketakutan pada sang bocah—yang dalam taraf lebih buruk lagi adalah menirunya.

“Selain itu berpotensi membuat sang anak melakukan tindakan yang sama pada teman atau orang lain karena pada prinsipnya anak adalah peniru ulung,” imbuh Erlinda.