PAN Tagih Janji Pemerintah Ciptakan 10 Juta Lapangan Kerja


SURATKABAR.ID – Memasuki tanggal 1 Mei 2018, seluruh dunia memperingati hari buruh internasional. Bertepatan dengan hal itu, Partai Amanat Nasional (PAN) menagih janji pemerintah terkait kesejahteraan buruh yang hingga saat masih menjadi tuntuan dan kerap kali dipersoalkan oleh para buruh. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PAN, Saleh Partaonan Daulay meminta pemerintah menepati janji terciptanya 10 juta lapangan kerja. Dalam dua tahun, seharusnya Menaker bisa menyediakan 6-7 juta lapangan pekerjaan.

“Mestinya kalau menteri Hanif menjanjikan 1 tahun 2 juta (lapangan kerja), mestinya sudah 6-7 juta sekarang nih di tahun ketiga,” tagih Saleh di Kantor DPP PAN, Jakarta, Selasa (01/05/2018). Demikian seperti dilansir dari laporan Republika.co.id.

Saleh meminta pemerintah tidak hanya memberikan pernyataan, melainkan juga perlu membuktikan dengan menunjukkan fakta. Ia menilai hal itu penting untuk menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengurus tenaga kerja.

“”Kami minta bukti dulu dari pemerintah, mana tuntutan buruh itu yang sudah dipenuhi oleh pemerintah. Kan sudah 3 tahun, mestinya harus ada pergerakan. Kalau gagal berarti pemerintah gagal melakukan amanat konstitusi, karena dalam undang-undang setiap warga negara itu berhak untuk mendapatkan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan,” tegasnya, seperti dikutip dari laporan JawaPos.com.

Selain itu PAN juga meminta agar kesejahteraan buruh selalu diperhatikan terutama menyangkut kontrak kerja, upah minum, tunjangan, libur, cuti, dan hak-hak lain yang selama ini dituntut.

Baca juga: Fadli Zon Sebut Kehidupan Buruh Era Jokowi Makin Suram

Saleh menandaskan dalam konteks perjuangan peningkatan kualitas kesejahteraan buruh, PAN selalu bersedia di garis terdepan untuk menyuarakan, memperjuangkan, dan bekerja bersama dengan seluruh elemen masyarakat.

“Agar kepentingan para buruh kita ini bisa didapatkan karena memang PAN adalah partai yang betul-betul ingin bersama dengan masyarakat ingin bersama dengan rakyat dan tentu saja kita sama-sama dengan pekerja ini bahwa masa depan kita lebih baik dari apa yang kita lalui hari ini,” tandasnya.

Selain itu, Saleh meminta pemerintah agar segera merealisasikan janji untuk menciptakan 10 juta lapangan kerja sebagaimana yang dijanjikan saat kampanye. Pasalnya, saat ini pihaknya masih melihat banyaknya pengangguran.

“Saya tahu pemerintah menjanjikan itu. Kalau menteri menjanjikan 1 tahun 2,5 juta (serapan tenaga kerja), mestinya sudah 7,5 juta sekarang nih,” tuturnya.

Menurut Saleh, PAN memahami masih banyak tuntutan dan persoalan buruh yang belum bisa dituntaskan. Sehingga sangat wajar jika setiap tahun tuntutan dan aspirasi para buruh disuarakan lewat aksi May Day.

“Pemerintah tentu tidak bisa mengabaikan tuntutan dan aspirasi tersebut. Sebab, salah satu instrumen fundamental dalam melihat keberhasilan demokrasi adalah meningkatnya kesejahteraan buruh dari waktu ke waktu,” pungkasnya.