Ngeri, 5 Kejadian Ini Nyaris Picu Kiamat Lantaran Perang Nuklir. Nomor 3 Gara-Gara Beruang!


SURATKABAR.ID – Kemajuan teknologi tak hanya dapat membantu manusia, namun juga bisa mempercepat kerusakan pada bumi. Seperti nuklir. Memiliki manfaat dan kegunaan sebagai pembangkit listrik, teknologi satu ini menyimpan sisi buruk yang dapat mengakhiri kehidupan di planet ini.

Kasus Hiroshima dan Nagasaki menjadi contoh kecil bagaimana nuklir sebagai senjata bisa merusak segala sesuatu. Dan sejak saat itulah dunia mulai mengetahui dampak negatif yang mungkin bisa terjadi jika perang  nuklir pecah.

Dan seperti dirangkum dari laman Grid.ID, Senin (30/4/2018), menurut catatan sejarah setidaknya ada lima kejadian yang nyaris menyebabkan dunia kiamat lantaran dilanda perang nuklir dalam skala besar-besaran. Apa saja? Intip daftarnya di bawah ini:

Gara-Gara Pantulan Sinar Matahari

Tanggal 26 September 1983, tepat setelah tengah malam, para operator satelit Soviet di bunker Serpukhov-15 di selatan Mozkow menerima peringatan bahwa Amerika Serikat telah meluncurkan rudal nuklir Minuteman. Sontak Stanislav Petrov, perwira komandan di bunker menurunkan perintah.

Baca Juga: 8 Senjata Paling Mematikan yang Pernah Diciptakan Manusia, Nomor 5 Pernah Memicu ‘Kiamat’

Anak buahnya diperintahkan menyiapkan tombol peluncuran ratusan rudal. Termasuk rudal bermuatan nuklir sebagai balasan atas serangan tersebut. Namun berselang 23 menit, Petrov mengetahui kesalahan informasi. Satelit Soviet rupanya salah mengira pantulan sinar matahari di awan sebagai rudal.

Kapal Selam Soviet Hampir Tembakkan Torpedo Nuklir

Sepanjang sejarah, tanggan 27 Oktober 1962 menjadi hari paling berbahaya. Pasalnya, pada pagi hari di tanggal tersebut Soviet menembak jatuh pesawat pengintai U-2F Dragon Lady AS ketika terbang di atas Kuba. Pilot tewas akibat serangan tersebut. Ketegangan pun memuncak.

Kapal selam Soviet B-59 yang berpatroli di laut Kuba mengira armada AS akan membalas. Valentin Savitsky, kapten kapal pun memerintahkan torpedo nuklir ditembakkan ke arah USS Randolf. Beruntung kapten kedua menolak perintah. Penembakan dibatalkan, perang nuklir pun tak sampai terjadi.

Seekor Beruang Hampir Picu Perang Nuklir

Di tanggal 25 Oktober 1962, ketika terjadi krisis misil Kuba, salah seorang penjaga di Duluth Sector Direction Center, Minnesota mendapati sosok orang berusaha memanjat pagar di sekeliling fasilitas pertahanan nuklir tersebut. Si penjaga khawatir Soviet menurunkan mata-matanya.

Ia pun menembak sosok tersebut dan menekan alarm sabotase. Lalu para pilot angkatan udara diperintahkan lepas landas dengan muatan bom nuklir dan menyerang Soviet. Tepat sebelum pesawat lepas landas, seseorang bermobil menerobos bandara memberitahukan sosok diduga mata-mata Soviet hanyalah beruang.

Lantaran Saklar Komunikasi Rusak

Strategic Air Command (SAC) HQ di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat tiba-tiba kehilangan kontak dengan stasiun radar di Thule pada 24 November 1961. Mereka mengira stasiun radar Thule telah hancur lebur diluluhlantakkan serangan bom nuklir.

Maka SAC pun mengambil ancang-ancang untuk menekan tombol peluncuran rudal ke Soviet sebagai serangan balasan. Namun sebuah pesawat pembom AS menginformasikan stasiun radar Thule masih berdiri, hanya saja karena kerusakan pada saklar menyebabkan terputusnya komunikasi.

Bulan Disangka Rudal

Radar milik Amerika Serikat mendeteksi puluhan misil terbang ke arah mereka pada 5 Oktober 1960. Dan menurut perkiraan, misil-misil tersebut akan menghantam Amerika hanya dalam 20 menit. Tentu saja hal tersebut menyebabkan kepanikan.

Markas Pertahanan Kedirgantaraan Amerika Utara (NORAD) HQ di Colorado bergegas bersiap untuk menekan tombol rudal nuklir sebagai bentuk serangan balasan. Dan kebenaran terkuak, bahwa rupanya radar salah mendeteksi bulan di langit sebagai misil-misil nuklir.

Itulah 5 kejadian yang nyaris saja menghancurkan seluruh kehidupan di bumi lantaran perang nuklir.