Tak Banyak yang Tahu, Baby Walker Ternyata Berdampak Buruk Bagi Bayi. Waspada!


Foto: Tirto

SURATKABAR.ID – Bagi sebagian orang tua, baby walker bisa membantu pekerjaan mereka untuk mengajar anak berjalan. Namun kenyataannya baby walker tak hanya berbahaya tetapi juga bisa menghambat anak untuk belajar melangkah pertama kalinya.

Baby walker sendiri dilarang dijual di Kanada sejak tahun 2004. Bahkan pemerintah Kanada menyiapkan sanksi denda $ 100 ribu atau enam bulan penjara bagi siapa saja yang menggunakan alat tersebut. Ini menjadikan Kanada negara pertama di dunia yang melarang keras penggunaan baby walker.

Bukan tanpa alasan baby walker dilarang di Kanada. Berdasarkan data yang terkumpul dari 16 rumah sakit di Kanada, terjadi 1.935 cedera dialami bayi berusia 5-14 bulan karena alat tersebut. Data ini adalah akumulasi cedera sejak tahun 1990 sampai tahun 2002.

Pelaporan cedera terkait dengan kejadian jatuh dari tangga, terbalik, menggapai benda berbahaya semisal racun atau minuman panas, lalu menabrak kompor ataupun pemanas. Yang paling sering dilaporkan adalah kejadian jatuh dari tangga serta cedera kepala.

Hingga pada tahun 1997, akhirnya dibuat pedoman rancangan baby walker yang aman. Perusahaan harus menciptakan mekanisme rem agar dapat menghentikan alat apabila salah satu roda menggelincir. Bahkan American Academy of Pediatrics tak mengizinkan baby walker digunakan di pusat penitipan anak serta rumah sakit.

Baca juga: Orangtua Tewas Karena Kecelakaan, Empat Tahun Kemudian Bayi Mereka Dilahirkan. Kasusnya Langka!

Selain membahayakan keselamatan anak saat bermain, baby walker rupanya juga berdampak terhadap perkembangan motorik dan mental anak-anak. Namun sayangnya orangtua banyak yang belum sadar akan hal tersebut.

Dokter anak bernama Alan Greene menyebutkan dalam artikel di New York Times, baby walker adalah yang paling bertanggung jawab terhadap cedera anak ketimbang produk anak-anak lainnya. Di samping itu, menurut Greene bayi yang memakai alat ini malah melewatkan tahapan cara alami untuk berjalan.

“Baby walker membuat perkembangan jari anak berada dalam posisi yang tidak alami. Mereka meluncur di lantai dengan mudah, bergerak tegak sebelum waktunya,” kata penulis buku From First Kicks to First Steps ini, seperti dilansir dari Tirto.id.

Sehingga, bayi-bayi yang memakai alat ini menjadi lebih lambat dalam belajar merangkak, berdiri hingga berjalan. Greene mengungkapkan setiap total 24 jam menggunakan baby walker sama dengan menunda perkembangan motorik bayi selama tiga hari. Demikian seterusnya.

Di Indonesia sendiri belum ada peraturan mengikat, sehingga semua keputusan ada pada orang tua. Apakah mau sedikit repot untuk melatih dan menjaga anak berjalan, ataukah menggunakan baby walker dengan berbagai risikonya.