Sempat Dilarang, Begini Penampakan Monas Setelah Acara Bagi-Bagi Sembako


SURATKABAR.ID – Sabtu (28/4/2018) kemarin, digelar acara bagi-bagi sembako dan festival kebudayaan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Sayangnya, kegiatan ini menyebabkan beragam masalah lain yang terjadi di Monas dan sekitarnya. Diantaranya adalah kemacetan, kotoran dan sampah menumpuk, serta semrawut.

Dilansir kompas.com, pada pukul 16.20 WIB trotoar di sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan dijadikan tempat parkir untuk sepeda motor.

Sementara puluhan bus, angkot, dan mobil pribdi memakan dua lajur di Tugu Tani, Jalan Medan Merdeka Selatan, dan Jalan MH Thamrin arah Sudirman.

Baca juga: Sosok Ganteng Ini Berani Tilang Kapolri dan Jadi Viral, Siapa Dia?

Selain itu, juga terjadi kemacetan di sejumlah ruas jalan, yakni Jalan Kramat Raya, Jalan Letjen Suprapto, Jalan Kwitang Raya, Jalan Salemba Raya, Jalan Medan Merdeka Timur, Jalan Ir H Juanda, hingga Jalan Kebon Sirih.

Sampah-sampah seperti bungkus makanan dan minuman terlihat berserakan di trotoar, taman, serta jalanan. Bau pesing juga tercium menyengat. Kondisi ini terjadi hingga Sarinah, Tugu Tani, dan Jalan Medan Merdeka Barat.

Namun, diantara kesemrawutan ini hanya terlihat dua mobil Satpol PP, satu mobil Dishub, dan petugas kebersihan yang jumlahnya tak lebih dari 10 orang.

Diketahui, kesemrawutan ini adalah dampak dari acara ‘Untukmu Indonesia’. Sebelumnya, kegiatan ini sempat dilarang oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Tinia Budiati.

“Kalau sembako, saya enggak setuju, itu bisa menimbulkan masalah kalau enggak tahu jumlah orangnya. Apalagi dibuka bebas begitu,” ujar Tinia, Kamis (26/4/2018), dilansir tribunnews.com.

Meski begitu, panitia acara tetap melanjutkan acara. Kepala Humas Forum Untukmu Indonesia, Steve Alfa, mengatakan bahwa acara ini tak melanggar aturan karena tak melakukan aktivitas jual beli.

“Di area Monas ini kan tidak boleh berjualan, jadi enggak ada transaksi. Jadi, kami bagikan minyak, beras, mie instan, dan gula itu dibagikan secara free,” terangnya.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya menyiapkan 100.000 kupon sembako untuk acara tersebut. “Kalau kupon 100.000, kami enggak mungkin menyediakan pas, pasti ada lebih dari jumlah itu. Kami enggak mau mengecewakan masyarakat yang datang, jangan sampai ada yang pulang enggak bawa apa-apa.” lanjut Steve.