Menaker Ungkap TKA China Sudah Marak Sejak Zaman SBY


SURATKABAR.ID Hanif Dhakiri yang merupakan Menteri Ketenagakerjaan mengungkapkan, jumlah tenaga kerja asal China yang bekerja di Indonesia sudah menjadi mayoritas atau lebih banyak dibanding Tenaga Kerja Asing (TKA) asal negara lain sejak 2007 silam. Menurut Hanif, ia menyebutkan fakta ini untuk menepis anggapan TKA China menjadi mayoritas di negara RI hanya saat masa pemerintahan Presiden Ir. Joko Widodo (Jokowi) saja.

“Kalau soal mayoritas memang TKA China itu mayoritas. Anda mau tahu data yang saya pegang dari 2007-2017? Itu dari 2007 yang namanya China itu sudah mayoritas,” beber Hanif di kawasan Kota Tua, Jakarta, Sabtu (28/04/2018). Demikian sebagaimana dikutip dari reportase CNNIndonesia.com, Minggu (29/04/2018).

“Jadi bukan hanya sekarang,” tandasnya.

Seperti diketahui, Presiden SBY memimpin pemerintahan sejak 2004-2009 dan 2009-2014. SBY akhirnya digantikan oleh Joko Widodo yang dilantik pada Oktober 2014 lalu.

Menurut penjelasan Hanif, TKA asal China di Indonesia kini mencapai 24 ribu orang. Lebih banyak dibanding TKA asal negara lain yang bekerja di Indonesia. Jumlah itu sendiri merupakan data yang dimiliki Kementerian Ketenagakerjaan per akhir 2017 lalu.

Baca juga: Menaker Sebut Tenaga Kerja Indonesia yang Serbu China, Bukan Sebaliknya

“Kalau dari sisi investasi, betul investasi terbesar Singapura, Korea, China, tapi dari sisi tenaga kerja, dari 2007 China paling banyak,” tutur Hanif dengan tegas.

Agar Hentikan Polemik

Hanif lalu meminta publik untuk menghentikan polemik keberadaan TKA China. Apalagi sewaktu ada pihak yang kerap mendengungkan bahwa keberadaan TKA China menjadi mayoritas di masa pemerintahan Jokowi. Itu sangat keliru.

Hanif juga menandaskan bahwa pemerintah adalah pemilik data.

Sehingga sebaiknya, masyarakat mengacu kepada data yang dimiliki pemerintah, termasuk juga data perihal jumlah TKA yang ada di Indonesia. Hanif melanjutkan, masyarakat sebaiknya tidak terjerumus dengan provokasi yang sama sekali tidak berdasarkan data.

Sedangkan melansir reportase TribunNews.com, ucapan Hanif tersebut mendapat tanggapan dari Kadiv Advokasi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean. Melalui akun Twitter pribadinya, @LawanPolitikJKW, dirinya menyanggah ucapan Hanif.

Ferdinand juga menyarankan agar Hanif dapat bertanya kepada Cak Imin selaku Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi era SBY.

“Pertanyaan ini rame di mention samaku. Saya jawab bahwa itu tidak benar.

Statistik menunjukkan bahwa peningkatan TKA jauh lebih besar era Jokowi daripada era SBY.

Tidak pernah kita temukan TKA berbondong-bondong masuk seperti sekarang.

Pak @hanifdhakiri mungkin bisa tanya @cakimiNOW ex menaker era SBY.”

Kendati demikian, Hanif menampik menyebutkan jika era yang dimaksudkannya tersebut adalah era pemerintahan SBY.