Studi Ungkapkan Pria Semakin Kaya Semakin Tak Tertarik pada Istri


 SURATKABAR.IDKetika beberapa orang berpendapat uang tak bisa membeli kebahagiaan, sejumlah pihak lainnya beranggapan sebaliknya—uang bisa membeli kebahagiaan. Meski teori ini masih argumentatif, nyatanya uang mungkin tak bisa membeli kebahagiaan, tapi setidaknya bisa membuat Anda tersenyum. Sebuah studi di China baru-baru ini mengungkapkan fakta yang mencengangkan soal uang, kebahagiaan serta suami istri.

Seperti dilansir dari reportase Kompas.com, Minggu (29/04/2018), tampaknya uang dan wanita tak bisa langgeng berjalan beriringan. Pasalnya, studi itu menemukan bahwa semakin kaya seorang pria, maka rasa tertarik dan loyalitas pada istrinya terus berkurang.

Peneliti dari China University mempelajari 182 mahasiswa (121 wanita dan 61 pria) yang sedang menjalani hubungan serius jangka panjang. Lalu, peneliti pun memberikan simulasi dan ilustrasi ketika responden mempunyai lebih banyak uang dan sedikit uang. Kemudian, mereka diminta mengutarakan perasaan mengenai pasangan masing-masing.

Pada eksperimen pertama saat responden pria dikondisikan memiliki banyak uang, mereka mengaku menjadi kurang tertarik pada pasangan dan menginginkan kelebihan lain. Namun, saat kondisi sedang tidak mempunyai uang, mereka justru mengaku memiliki perasaan mendalam dan membutuhkan pasangan.

Hasil studi ini merefleksikan bahwa kondisi keuangan pria memengaruhi perasaan dan daya tarik pasangan. Namun hasil tersebut tidak terlihat pada responden wanita.

Baca juga: Hati-hati! 5 Tanda Pernikahan Bermasalah Ini Sering Muncul Tanpa Disadari

Peneliti pun menyimpulkan bahwa pria lebih mementingkan penampilan dan daya tarik dari wanita. Seperti diketahui, umumnya pria lebih tertarik mencari status, harta dan pencapaian agar dapat merasa puas dan bahagia dalam hidupnya. Sementara itu, wanita lebih mengutamakan soal perasaan dan emosional.

Kesimpulannya, mungkinkah uang benar-benar bisa membeli kebahagiaan? Uang mungkin bisa membeli kesenangan, tapi belum tentu dengan kebahagiaan sejati. Kesenangan sifatnya hanya sesaat saja, yang kemudian akan diikuti dengan kehampaan.

Kebahagiaan yang sebenarnya adalah suatu keadaan pikiran yang hanya bisa Anda peroleh dari dalam diri sendiri. Bukan dari suatu kejadian, tempat, benda, ataupun manusia lainnya (pasangan misalnya). Sebagai individu, kita semua punya pilihan sendiri untuk berbahagia atau tidak.