Diperlakukan Khusus, 2 Putri Presiden RI Dapat Akses Cium Hajar Aswad


SURATKABAR.ID – Dua putri Presiden Republik Indonesia mendapat perlakuan khusus dari Kerajaan Arab Saudi. Mereka adalah putri Presiden Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani, dan putri Presiden Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid.

Keduanya diberi kesempatan untuk berdoa dan salat di tempat yang diyakini mustajabah, yaitu Hijir Ismail dan di bawah talang emas (mizab). Kesempatan berharga ini, didapatkan Puan dan Yenny ketika melakukan ibadah umrah pada Minggu (22/4/2018) lalu.

Dilansir cnnindonesia.com, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Arab Saudi menyebut bahwa di Saudi Puan lebih dikenal dengan sebutan ‘khafidatu Soekarno’ atau cucu Soekarno.

Soekarno memang cukup terkenal di Arab Saudi. Presiden Pertama RI ini pernah merimbunkan Padang Arafah dengan penemuan bibit pohon yang hingga sekarang disebut sebagai ‘Syajaratu Soekarno’ atau Pohon Soekarno.

Baca juga: Gelar Konferensi Pers, PA 212 Ungkap Isi Pertemuan Tertutup dengan Jokowi. Ada 7 Poin Penting

Selain itu, Puan juga dikenal karena sempat berselfie dengan Raja Salman bin Abdulaziz saat melakukan kunjungan kerja ke Indonesia beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Yenny Wahid memiliki latar belakang sejarah dengan Raja Saudi, Raja Fahd bin Abdulaziz Al Saud yang menduduki jabatan pada 1982-2005.

“Gus Dur dengan leluconnya membuat Raja Fahd tertawa lepas,” tulis KBRI Riyadh kala itu.

Saat di Arab Saudi, Puan dan Yenny mendapatkan akses khusus agar bisa mencium Hajar Aswad dari arah Rukun Yamani.

Begitu pula saat mengunjungi Masjid Nabawi di Madinah, rombongan dari Indonesia juga mendapat keistimewaan serupa. Pasukan keamanan yang dikenal dengan sebutan Askar memberikan waktu hingga 40 menit agar Puan bisa beribadah di dalam Raudah.

Dipandu Imam Masjid Nabawi, Puan dan rombongan juga menyempatkan diri berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW dari sisi timur makam.

Perlakuan khusus yang diberikan oleh Kerajaan Arab Saudi ini memang tak biasa. Sebab, biasanya hanya Kepala Negara atau Wakilnya yang mendapat perlakuan tersebut.

Menurut Dubes RI untuk Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, ini merupakan bukti hubungan baik Indonesia-Arab Saudi. Selain itu, para Presiden RI juga memiliki kesan khusus bagi pemerintah setempat.