Miris! Komplotan Bandit Bercelurit di Depok Ternyata Masih ABG


SURATKABAR.ID – Tujuh orang yang diduga merupakan diduga pelaku perampokan bercelurit di Jalan Dewi Sartika, Pancoranmas masih didata oleh Polresta Depok. Mirisnya, beberapa di antara mereka tergolong masih berusia anak baru gede (ABG) yang masih belia dan di bawah umur—bahkan belum juga genap 18 tahun.

“Tadi kita tanya sebagian ada yang di bawah 18 (tahun), kita akan pakai akte, KK dan sebagainya dari mereka masing-masing sebagai alat bukti surat untuk membuktikan apakah mereka sudah dewasa atau mereka masih di bawah umur,” ungkap Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto di Mapolresta Depok, Jalan Margonda Raya, Depok, Kamis (26/04/2018).

Melansir reportase Detik.com, Didik mengatakan bahwa tentu akan ada perlakuan khusus terkait penerapan hukum terhadap pelaku yang masih di usia kanak-kanak. Kendati para pelaku masih di bawah umur, namun proses hukum dipastikan tetap berlanjut.

“Ini subjek hukum jadi tergantung, sebagian besar kan anak-anak ini… Tapi terjadi pencurian dengan kekerasan, Dan kekerasan pasal yang kita terapkan ya pasal 365 dan 368,” sebutnya.

Dalam hal penerapan hukumnya, polisi mengedepankan sistem peradilan anak.

Baca juga: Wow! Coba Gagalkan Pencurian Motor, Saat Pelaku Tarik Pelatuk Pistol ‘Mukjizat’ Terjadi

“Maka kalau (pelaku) anak, kita akan berlakukan sistem peradilan anak. Misal hanya sekian tahun karena hukum acara berbeda,” demikian ia menjelaskan.

“Makanya kita dari awal harus tahu umur mereka, ketika di atas 18 (tahun) maka (diterapkan) KUHAP, kalau di bawah 18 (tahun) maka (berlaku) peradilan anak,” imbuhnya.

Hingga berita ini dimuat, ketujuh pelaku masih diperiksa secara intensif di Mapolresta Depok. Polisi akan menentukan ‘nasib’ mereka setelah pemeriksaan 1×24 jam.

“Dari 7 ini kita mempunyai waktu 1×24 jam untuk membuktikan, nanti dari hasil pemeriksaan 7 orang ini akan kita tentukan. Dari hasil pemeriksaan dan pengumpulan alat bukti yang dikumpulkan penyidik,” tambahnya.

Polisi telah memiliki alat bukti yang cukup dalam kasus ini, antara lain yakni adanya keterangan para saksi, ditambah petunjuk rekaman CCTV.

“Ada keterangan dari beberapa orang juga, mengakui bahwa mereka melakukan dan saat ini terus kita dalami peran mereka masing-masing. Dan kita mau cari tahu motif atau latar belakang,” bebernya.

Lakukan Curas di Dua Lokasi

Sebelumnya, pada Rabu (25/04/2018), Satreskrim Polresta Depok menangkap tujuh orang terduga pelaku perampokan di pinggir Jalan Dewi Sartika, Pancoranmas, Kota Depok. Tujuh orang tersebut terciduk saat sedang pesta minuman keras. Polisi menggerebek mereka di sebuah rumah di kawasan Jatijajar, Tapos, Depok.

“Hari ini tim Polres Kota Depok telah mengamankan tujuh orang yang diduga pelaku curas (pencurian dengan kekerasan) dan pemerasan yang terjadi di daerah Pancoranmas dan terindikasi nyata ada tindakan lanjutan di warung kopi di Beji,” tukas Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto kepada wartawan di Mapolresta Depok, Jalan Margonda Raya, Depok, kemarin.

Kepada wartawan, Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Bintoro juga menyampaikan keterangan serupa, “Diduga pelaku yang sama. Kejadian ada di dua lokasi, di Pancoranmas dan di Beji,” ujarnya di Mapolresta Depok, Jalan Margonda Raya, Depok, Rabu (25/04/2018).

Sebelum merampok korban Syaefull Abdurahman Effendy di Pancoranmas, para pelaku diduga merampok warga di Beji, Depok. Saat itu, para pelaku mendatangi korban yang sedang ngopi di warung kopi.

“Korban tidak terluka, tapi di lokasi, di warung kopi itu, pelaku mengambil handphone Oppo,” lanjut polisi.

Dari hasil analisa lanjutan aparat kepolisian, komplotan bandit di Beji dan Pancoranmas mempunyai kemiripan. “Terekam juga, bahwa memang ciri-cirinya sama dari helm dan pakaiannya sama,” tandasnya.