Marah-Marah, Fadli Zon Kena Sindir Ruhut Sitompul Dibilang ‘Jangan Nyinyir Terus’


Foto: Tribunnews

SURATKABAR.ID – Ruhut Sitompul, selaku mantan anggota DPR RI, ikut mengomentari sikap yang ditunjukkan oleh Fadli Zon. Hal tersebut sehubungan dengan isu yang menyebut Prabowo sebagai king maker.

Fadli Zon menilai bahwa upaya tersebut menjadi suatu usaha yang bertujuan menggiring opini sehingga membuat Prabowo Subianto tidak jadi nyapres kembali.

Opini yang digiring itu berawal dari penempatan Prabowo menjadi king maker sampai jadi calon wakil presiden atau cawapres Joko Widodo alias Jokowi. Anggapan Fadli tentang penggiringan opini itu amat tidak menyehatkan demokrasi.

Padahal, Fadli melihat bahwa di dalam Rakornas partai Gerindra sudah bulat memberikan mandat untuk Prabowo supaya kembali maju pada pemilihan presiden atau pilpres.

Baca juga: Fadli Zon Kritik Keras Pekerja Asing yang Diistimewakan Jokowi

“Ini yang ada upaya penggiringan opini supaya pak Prabowo menjadi king maker, menjadi Cawapres, dan sebagainya. ini menurut saya agenda seting semacam ini tidak sehat bagi demokrasi kita,” ujarnya, seperti dilansir dari Tribunnews.com.

Usai beredarnya kabar tersebut, Ruhut Sitompul mengatakan melalui akun Twitternya @ruhutsitompul seperti berikut:

“FZ mendengar Siapapun mengatakan Opsi Prabowo menjadi King Maker langsung marah belum lagi dengan Lembaga Survei yang hasil polling Do’inya melorot,

“Hati2 jaga Kesehatan Belanda masih Jauh Kerja kerja kerja saja dulu seperti Pak JOKOWI, jangan Nyinyir terusssssss”

MERDEKA.”

TWITTER

Sementara, menurut kabar dari Survei Litbang Kompas soal elektabilitas Presiden Joko Widodo terjadi kenaikan, sedangkan terjadi penurunan untuk elektabilitas Prabowo Subianto.

Dilansir dari Tribunnews.com, jumlah responden yang memilih Jokowi jika dilaksanakan pilpres sekarang ini maka mencapai angka 55,9 persen.

Dibandingkan enam bulan sebelumnya, maka terjadi peningkatan pada angka tersebut, ketika itu elektabilitas Jokowi masih di angka 46,3 persen.

Sedangkan, untuk terpilihnya Prabowo Subianto berpotensi 14,1 persen, angka itu turun jika dibandingkan hasil survei dari enam bulan yang lalu di mana menunjukkan angka 18,2 persen.