Sowan ke Kediaman Habib Rizieq di Mekkah, Politisi PDIP Blak-Blakan Ungkap Isi Pertemuan


SURATKABAR.ID – Tokoh partai politik Partai Demokrat Indonesia Perjuangan (PDI P) Erwin Moeslimin Singajuru mengunjungi Habib Rizieq Syihab di Mekah, Arab Saudi pada Minggu (22/4) malam. Dalam perjumpaan tersebut, mereka membicarakan beberapa hal penting.

Diwartakan Detik.com, Selasa (24/4/2018), Erwin mengungkap isi pertemuannya dengan imam besar Font Pembela Islam (FPI) tersebut. “Silaturahim semacam itu penting agar tokoh semacam Habib Rizieq tak melulu menerima informasi sepihak,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (24/4).

Anggota Komisi VIII DPR tersebut pun mengungkap semua isi pertemuan yang digelar pada Minggu (22/4) malam tersebut. Adapun beberapa pembahasan yang dibicarakan saat itu mulai dari isu kebangkitan PKI, pilkada serentak, hingga kasus hukum Habib Rizieq.

Pertemuan yang memang sudah direncanakan sejak bertolak dari Jakarta tersebut dilakukan Erwin Moeslim Singajuru usai menjalankan ibadah umrah. Keduanya sempat berbincang panjang lebar mengenai kondisi terkini yang ada di Tanah Air.

“InsyaAllah, pembicaraan itu dapat memberikan manfaat. Setidaknya kami mencoba meluruskan prasangka-prasangka keliru yang membebani kehidupan sosial politik kita,” ungkap Erwin yang sudah sejal belasan tahun mengenal sosok Habib Rizieq.

Baca Juga: Bertemu Habib Rizieq, Sudirman Said: Saya Didoakan untuk Kelancaran Perjuangan

Politisi asal Sumatera Selatan yang merupakan tangan kanan almarhum HM. Taufiq Kiemas tersebut menuturkan bahwa dalam pertemuan dengan ulama yang berasal dari Petamburan Jakarta tersebut berlangsung selama 3 jam, keduanya berbincang santai sembari menikmati teh.

“Misalnya tentang isu kebangkitan PKI. Itu tidak signifikan. Habib Rizieq tentu selalu menerima update dari sumber-sumber regulernya. Tapi, kalau ada info bandingan dari elemen yang berbeda tentu informasinya akan lebih berimbang,” kata aktivis KAHMI yang juga mantan Ketua HMI Cabang Yogya itu.

Tak lupa Erwin mengungkapkan upaya mengklarifikasi menyoal prasangka ketidakadilan yang dilakukan Polri, tuduhan yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan PDI Perjuangan hanya sedikit memperhatikan aspirasi umat. Persoalan Pilkada serentak pun menjadi topik dalam jumpa tersebut.

“Bahwa ada yang kurang di sana sini, itu mungkin saja. Tapi, secara esensial tidak ada kesengajaan yang hendak mengabaikan kepentingan umat. Silaturahim semacam itu penting agar tokoh semacam Habib Rizieq tak melulu menerima informasi sepihak,” jelasnya.

Anggapan-anggapan semacam itu, menurut Erwin, bukan saja tak berdasar, melainkan juga tidak masuk akal. Ia menduga adanya pihak-pihak tertentu yang sengaja menyiarkan tuduhan-tuduhan tersebut demi mendapatkan keuntungan tertentu, baik di bidang politik maupun ekonomi.

“Bukan mustahil, agen-agen mereka di dalam negeri menyusup ke sana ke mari dan menyebar disinformasi untuk melemahkan persatuan bangsa kita,” ungkap pria yang mengaku bersilaturahmi dengan Habib Rizieq di Mekah ini atas insiatifnya sendiri.

Di mata Erwin pribadi, Habib Rizieq merupakan sosok yang tidak mungkin diabaikan begitu saja dari kehidupan sosial politik Indonesia. “Di tengah merosotnya kepercayaan kepada partai-partai politik, termasuk partai Islam, figur ulama seperti Habib Rizieq ini jadi penting.”

“Faktanya, banyak warga masyarakat yang menitipkan aspirasi politiknya untuk disuarakan oleh Habib Rizieq,” tambah Erwin dalam keterangan tertulis, menyuarakan pandangan pribadinya tentang sosok Habib Rizieq Syihab.

Sementara itu, sebagai murid HM. Taufiq Kiemas, Erwin memaparkan sikap politik anutannya adalah membangun keadaban politik melalui silaturahmi, dialog, dan juga musyawarah. Adapun esensi politik adalah the art of compromise dan the art of possible.

“Jangan ada jalan buntu dalam berpolitik, karena jalan buntu akan membawa ketegangan dan friksi yang justeru harus dihindari,” ujarnya yang dalam pembicaraan dengan Habib Rizieq ia menyepakati persatuan segenap elemen bangsa sangat diperlukan untuk melawan kekuatan neokapitalisme global.

“Dalam konteks itulah saya bersilaturahmi ke kediaman Habib Rizieq di Mekkah,” papar Erwin. “Yaitu untuk merujukkan antara persepsi dan fakta politik, sehingga tidak perlu ada kesalahpahaman yang sangat sering terjadi seperti selama ini.”