Menaker Sebut Tenaga Kerja Indonesia yang Serbu China, Bukan Sebaliknya


    SURATKABAR.ID – Hanif Dhakiri selaku Menteri Tenaga Kerja (Menaker) menepis pernyataan sejumlah pihak yang mengatakan tenaga kerja asing (TKA) asal China telah menyerang atau menyerbu Indonesia. Bantahan tersebut diungkapkan Hanif guna menjawab kekhawatiran sejumlah pihak terhadap Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing, di mana disebut banyak TKA asal China yang masuk ke Indonesia.

    “Bukan (tenaga kerja) China yang menyerang kita, kita yang menyerang China,” ujar Hanif dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Senin (23/04/2018). Demikian seperti dilansir dari laporan Kompas.com, Selasa (24/04/2018).

    “Data TKA di Indonesia per akhir 2017 kemarin 85.974 orang,” lanjut Hanif. Menurutnya, ada dua cara untuk mencari perbandingan dan menentukan apakah TKA benar telah membanjiri Indonesia, yakni dengan menghitung berapa jumlah Tenaga Kerja Indonesia ( TKI) di luar negeri atau membandingkan TKA di negara-negara lain.

    Data dari BPS dan World Bank

    Hanif merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) dan World Bank mengenai jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri per akhir tahun 2017. Dari data terkait, ada total 9 juta TKI di beberapa negara, dengan sebaran paling banyak di Malaysia (55 persen), disusul Saudi Arabia (13 persen), China (10 persen), Hongkong (6 persen), dan Singapura (5 persen).

    Jika hendak diperinci lebih detail lagi, ada lebih dari 150.000 TKI di Hongkong, 20.000 TKI di Makau, serta 200.000 TKI di Taiwan. Sementara itu, jumlah TKA asal China yang bekerja di Indonesia per akhir 2017 hanya 24.800 orang.

    Baca juga: Yusril Mahendra Benarkan Akan Bantu Serikat Pekerja Uji Materi Perpres TKA ke MA

    Sementara itu, jika merujuk pada data tenaga kerja asing (TKA) di beberapa negara, Hanif mengambil contoh Singapura yang satu per lima warga di sana adalah TKA. Keberadaan TKA yang besar juga bisa ditemui di Qatar, Uni Emirat Arab, di mana jumlah TKA di sana hampir sama dengan jumlah penduduknya.

    Selain itu, Hanif juga menyinggung tentang kekhawatiran jumlah TKA asal China di Indonesia. Menanggapi hal itu, Hanif menilai justru TKI yang menyerbu China, bukan TKA asal China yang membanjiri Indonesia.

    Menurutnya, pihaknya sudah sering menjelaskan hal ini dalam setiap kesempatan. Hal ini diterangkannya demi untuk membantah anggapan Indonesia banjir TKA, terutama yang berasal dari China. Akan tetapi, respons pihak yang diberi penjelasan masih juga sulit untuk menerima hal tersebut. Bahkan, pihak yang diberikan penjelasan malah cenderung menolak fakta dari data yang disampaikan.

    “Aku harus bagaimana, dikasih datanya marah, dikasih penjelasan marah. Tapi, tidak semua lah, mungkin hanya sebagian saja yang bermain di medsos,” sebut Hanif.