Soal Tenaga Kerja Asing, SBY: Tolong Pemerintah Menjelaskan dengan Gamblang


    SURATKABAR.ID – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mempertanyakan penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA). Menurutnya, hal tersebut bisa membahayakan negara.

    SBY, seperti yang dilansir dari laman CNNIndonesia, menyampaikan bahwa jumlah pengangguran saat ini terbilang masih sangat tinggi. Selain itu, sudah seharusnya rakyat Indonesia menjadi tuan rumah di negara sendiri. Jangan sampai semakin tertindas dengan serbuan tenaga kerja dari luar.

    Kedatangan para pekerja asing yang menyerbu Nusantara dapat menumbuhkan keresahan di masyarakat. Sekarang bangsa Indonesia sudah merasakan kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan. Pasalnya, lapangan kerja yang tersedia sudah banyak diisi oleh TKA.

    “Presiden dan Pemerintah Indonesia harus membela rakyatnya. Kita punya tenaga kerja, yang terampil juga banyak. Pemerintah harus berani. Dengan demikian kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” kata SBY dalam keterangan tertulis, Minggu (22/4), dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (23/4/2018).

    Lebih lanjut, SBY menuntut pemerintah untuk menjelaskan secara gamblang terkait kabar serbuan TKA ke Indonesia. Dengan begitu keresahan masyakat, terutama mereka yang masih berjuang mendapatkan pekerjaan, bisa terjawab.

    Baca Juga: Tenaga Kerja Asing di Indonesia Membludak, Kebanyakan Berasal dari China

    “Begini saja, karena ini pemerintah rakyat, yang berdaulat rakyat, tolong pemerintah menjelaskan dengan gambling, yang transparan, yang jujur. Sebetulnya berapa sih, tenaga kerja asing itu, berapa puluh ribu, atau belasan ribu atau ratusan ribu, kita tidak tahu,” tutur SBY.

    Imbauan SBY tersebut menjadi jawaban atas kegundahan ratusan warga Kota Cilegon yang menghadiri dialog utama, umaro, dan tokoh masyarakat bersama SBY dalam gelaran lawatan Tour de Banten di Hotel The Royal Krakatau.

    Dalam dialog tersebut, kabar menyoal serbuan TKA, terutama yang datang dari Tiongkok, menjadi topic paling banyak ditanyakan. Menurut SBY, jika ada pertukaran tenaga kerja ahli antara Indonesia dengan negara-negara tetangga adalah hal wajar. Hal tersebut diatur dalam Undang-Undang ASEAN.

    “Yang tidak boleh, yang berbahaya, kalau datang tenaga kerja asing besar-besaran. Mengapa? Pengangguran masih banyak, tenaga kerja kita juga sudah banyak yang terampil dan bisa bekerja sendiri, mengapa kita harus mendatangkan tenaga kerja asing dalam jumlah yang besar,” tandas SBY.

    Untuk itu, SBY mendesak pemerintah memberikan penjelasan demi menghindari beredarnya hoaks alias berita palsu. Di sisi lain, Presiden Indonesia ke-6 tersebut mengaku tak dalam kapasitasnya untuk menjelaskan.

    “Maka daripada jadi fitnah, tolong entah presiden, entah menteri, entah siapa pun, jelaskan kepada rakyat berapa besar tenaga kerja asing yang masuk Indonesia, dari negara mana mereka itu dan bekerja di bidang apa,” jelas SBY.