Gencar Serang Palestina dan Suriah, Faktanya Warga Israel Takut Perang

SURATKABAR.IDLebih dari setengah warga Israel menyatakan takut perang di masa yang akan datang menyusul terjadinya ketegangan dengan Suriah dan Iran. Demikiian hasil survei terbaru sebagaimana dilaporkan Middle East Monitor, Jumat (20/4/2018).

Jajak pendapat yang dilangsungkan pekan ini oleh lembaga riset Panel Politics untuk koran Israel, Maariv, itu melibatkan 587 responden terdiri dari 484 kaum Yahudi dan 103 warga Palestina yang tinggal di Israel.

Menurut hasil jajak pendapat tersebut, 34 persen responden percaya Israel akan berhadapan dengan situasi bahaya dari Iran, Hamas dan kelompok Hizbullah Libanon. Sementara 32 persen yakin bahaya datang dari resistensi masalah Palestina.

“Sekitar 32 persen responden mengatakan biaya hidup dan jurang pemisah antara kaya dan miskin menjadi salah satu ancaman keamanan Israel,” tulis Middle East Monitor dikutip dari Tempo, Sabtu (21/4/2018).

“Korupsi sektor publik juga dianggap menjadi momok bagi warga Israel,” menurut Middle East Monitor

Baca juga: Sebanyak 500 Warga Yahudi Serbu Masjid Al Aqsa dengan Pengawalan Tentara Israel

Sebagian besar, 73 persen responden mengatakan, mereka yakin Israel adalah sebuah negara yang mapan. Sedangkan 18 persen lainnya menyatakan keberadaan negeri ini dalam bahaya nyata.

Tak hanya berperang dengan Palestina, Israel juga mulai turut dalam ketegangan di Suriah. Hal ini menjadi bukti bahwa warga Israel merasa takut jika harus berperang.

Sebelumnya, pasukan Israel tengah melakukan latihan penerbangan menyambut perayaan hari Angkatan Udara Israel pada 19 April mendatang.

Namun tanpa ada pengumuman sebelumnya, warga sipil Israel merasa waswas karena takut Israel terlibat dalam perang lebih lanjut di Suriah.

“Banyak panggilan yang diterima dari warga yang khawatir mengenai kebisingan skuadron pesawat di daerah Tel Aviv. Kami menjelaskan, mereka sedang berlatih untuk pertunjukan udara. Bukan dalam keadaan darurat,” ujar polisi Israel dalam sebuah pernyataan dikutip dari Republika, Jumat (13/4/2018).

Dalam memperingati Holocaust, sirene di Israel akan menyala selama dua menit pada pagi hari. Semua penduduk akan berdiri untuk menghormati 6 juta orang Yahudi yang tewas dalam tragedi tersebut.

Meski demikian, sirene Holocaust juga ternyata membuat warga Israel waswas. Otoritas pertahanan sipil Israel mengeluarkan pemberitahuan dalam keadaan darurat, sirene akan berbunyi dengan nada naik dan turun, sementara saat ini sirene dibunyikan secara konstan.