Elektabilitas Jokowi Turun, Gerindra: Pendukungnya Cabut Satu Persatu


SURATKABAR.ID  Elektabilitas Joko Widodo dan pesaing utamanya, Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 mendatang, naik turun. Meski begitu calon lainnya belum ada yang bisa mendekati elektabilitas Jokowi-Prabowo.

Dalam survei elektabilitas kandidat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) 2019-2024 terbaru yang dirilis Media Survei Nasional (Median), elektabilitas Jokowi disebut mengalami kenaikan dari 35,0 persen pada Februari 2018 kini menjadi 36,2 persen pada bulan April 2018.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono menyebutkan, saat ini bakal ada ‘partai hijau’ yang bakal merapat untuk bergabung ke koalisi Prabowo Subianto.

Namun, dirinya masih enggan membocorkan nama parpol yang bakal menyebrang itu.

“Ada nanti, itu rahasialah. Salah satu faktornya bisa jadi turunnya elektabilitas Pak Jokowi. Pertimbangan itu yang membuat pendukung pak Jokowi mulai lari satu persatu,” ungkap Ferry di Hotel Harris, Jakarta, Kamis (19/4/2018), seperti dikutip dari Jawapos.com.

Ferry menambahkan, Survei Median yang baru merilis hasil surveinya menyebutkan elektabilitas Jokowi ada di kisaran 36 persen.

Baca Juga: Bertarung di Pilpres 2019, Gerindra Sebut CUma Prabowo yang Bisa Tandingi Jokowi

“Jika terus makin turun. Saya rasa sih enggak usah disuruh semua langsung ninggalin pak Jokowi,” lanjutnya.

Menurut Ferry, ketua umum dari ‘partai hijau’ itu pun dinilai telah melakukan pertemuan beberapa kali dengan partai Gerindra. Meski begitu, dirinya pun masih membuka peluang parpol lain untuk bergabung di koalisi Prabowo itu.

Disamping itu, kendati belum mendeklarasikan secara resmi untuk mengusung Prabowo, Ferry yakin partai besutan Zulkifli Hasan itu bakal ikut berkoalisi dengan partai Gerindra. Pasalnya, saat ini keinginan umat yang besar menjadi salah satu alasannya.

“Sudah pasti, kami sadar umat ini pingin Gerindra PKS dan PAN itu dalam satu barisan. Jangan kita berupaya memecah belah,” tutupnya.