Ironis, 7 Penemu Ini Tewas dengan Tragis di Tangan Temuannya Sendiri



SURATKABAR.ID – Menjadi seorang pencipta atau penemu tentu tidak mudah. Selain harus mempunyai ide orisinil untuk memecahkan masalah dengan cara inovatif dan belum pernah terpikirkan sebelumnya oleh orang lain, mereka juga harus mendesain dan membangun ide untuk mengubahnya dari teori menjadi kenyataan. Penemu terus mendorong batas-batas ketidakmungkinan. Berkat mereka, berbagai penemuan telah menjadi anugerah dalam kehidupan dan peradaban manusia.

Namun, seperti dikutip dari halaman NationalGeographic.co.id, Selasa (17/04/2018), penemuan juga seringkali bersifat tak menentu. Bahkan beberapa diantaranya terbukti berbahaya bagi para penemunya. Kesalahan bisa saja terjadi. Dalam kasus lain, sejumlah alat malah tak bekerja seperti yang diinginkan. Dan terkadang, sang penemu malah terbunuh oleh ide-ide yang akan mereka realisasikan.

Berikut adalah rangkuman kisah tragis dan ironis dari tujuh penemu yang tewas di tangan temuannya sendiri. Barangkali kisah mereka bisa menjadi pelajaran bagi kita yang bermimpi besar—bahwa demi hidup, tak perlu harus mati.

  1. Henry Smolinski

Henry Smolinski merupakan insinyur Northrop (produsen pesawat terkemuka di AS) terlatih yang meninggalkan pekerjaannya untuk memulai Advanced Vehicle Engineers, perusahaan yang berfokus menghadirkan mobil terbang ke pasaran.

Di tahun 1973, perusahaan ini membangun dua prototipe pertama yang dibuat dengan menggabungkan bagian belakang dari pesawat Cessna Skymaster dengan mobil Ford Pinto. Bagian ekor dirancang dapat terpasang dan terlepas dari mobil.

Baca juga: Ternyata Lubang Hitam Bisa Berbunyi! Ilmuwan Ini Ungkap Cara Dengarkannya

Dijadwalkan Molinski, produksi untuk pasar ritel akan dimulai di tahun depannya. Pada 11 September 1973, ia menguji coba penerbangan mobil terbang itu bersama pilot Harold Blake. Namun keduanya tewas setelah mengalami kecelakaan akibat salah satu penopang sayap terlepas dari mobil. Ditetapkan oleh Dewan Keselamatan Transportasi Nasional, kecelakaan tersebut disebabkan oleh las yang buruk.

  1. Frantz Reichelt

Sebagai penemu Perancis kelahiran Austria, Frantz Reichelt berprofesi sebagai penjahit. Namun ia menghabiskan waktu untuk bekerja membuat jas parasut terbang yang dirancang untuk dipakai oleh pilot pesawat.

Waktu itu, pesawat terbang merupakan penemuan yang relatif baru selagi Reichelt sedang mengerjakan desain. Tidak seperti saat ini dimana mekanisme pilot akan menyelamatkan diri dengan parasut jika  pesawat rusak, saat itu mekanisme tersebut juga masih dalam tahap pengerjaan.

Uji coba pertama Reichelt dilakukan menggunakan boneka sebagai pilotnya, dan dianggap cukup sukses sehingga ia lantas mencoba mengetes parasutnya sendiri. Ia melompat dari tingkat rendah Menara Eiffel dengan ketinggian 187 kaki ke tanah beku. Parasutnya gagal berfungsi dan praktis membuat Reichelt menjemput ajalnya seketika itu juga.

  1. Horace Lawson Hunley

Horace L. Hunley berporfesi sebagai  seorang pengacara dan anggota legislatif negara Louisiana. Namun ia juga memiliki ketertarikan terhadap kapal selam. Dia membantu mendesain dan membangun tiga model yang berbeda untuk Konfederasi selama Perang Saudara.

Kapal selam pertama dibangun di New Orleans dan sengaja ditenggelamkan saat kota itu jatuh ke Uni pada tahun 1862, dan kapal selam kedua tenggelam di Mobile Bay di Alabama.

Hunley memberikan dana untuk kapal selam ketiganya. Dan pada 15 Oktober 1863, Hunley bersama dengan tujuh awak kapal meninggal sewaktu kapal selam yang mengusung namanya itu tenggelam di perairan Charleston, S.C.

Kapal selam itu kemudian diangkat. Setelah diperbaiki, kapal itu digunakan kembali dan sempat sukses menenggelamkan sebuah kapal musuh (USS Housatonic pada tahun 1864). Namun rupanya kejayaan itu juga tak bertahan selamanya. Tak lama kemudian, kapal selam itu juga tenggelam.

  1. Thomas Midgley Jr

Thomas Midgley Jr merupakan seorang ahli kimia yang sangat terkenal karena karyanya “no-knock” atau bensin bertimbal dan Freon gas rumah kaca.

Ia menderita keracunan timah saat menuangkan bensin bertimbal di seluruh tangannya dan mengendus dari termos itu selama 60 detik saat konferensi pers untuk membuktikan bahan bakar itu aman.

Orang mungkin menganggap bahwa Migley meninggal akibat keracunan timbal. Tapi dia benar-benar dibunuh oleh salah satu dari penemuannya yang lain, yakni  sistem tali dan katrol yang  dibangunnya untuk mendukung tubuhnya saat ia berada di tempat tidur karena menderita polio. Pada 2 November 1944, ia tewas di tangan penemuannya sendiri akibat tercekik tali tersebut.

  1. Marie Curie

 

Tak hanya merupakan seorang ahli fisika dan kimia yang terkenal karena karyanya tentang radioaktivitas; Marie Curie juga menemukan unsur polonium dan radium. Curie dianugerahi dua penghargaan Nobel. Satu Nobel dalam bidang fisika berhasil dimenangkannya bersama dengan suaminya—Pierre Curie dan Henri Becquerel. Sedangkan penghargaan lainnya ia dapatkan dalam bidang kimia.

Curie sendiri merupakan orang pertama dalam sejarah yang pernah memenangkan dua penghargaan Nobel. Dia adalah salah satu dari hanya empat orang (bersama dengan Linus Pauling, John Bardeen dan Frederick Sanger) yang berhasil mencapai prestasi itu.

Seperti diketahui, Curie bertanggung jawab untuk membangun teori radioaktivitas. Tapi sayangnya, dia tanpa sadar juga menemukan efek radioaktivitas yang fatal bagi kesehatan. Ia meninggal pada 4 Juli 1934, karena anemia aplastik—sebuah risiko dan konsekuensi dari temuannya. Anemia aplastik yang harus dialaminya ini rupanya disebabkan oleh paparan radiasi tersebut.

  1. Perillos dari Athena

Dari seluruh penemu di daftar ini, Perillos mungkin menjadi orang yang paling tepat untuk istilah “mati di tangan penemuannya sendiri”. Perillos merupakan seorang pengerajin perunggu yang merancang perangkat bernama Brazen Bull. Perangkat ini rupanya digunakan untuk mengeksekusi penjahat dengan cara yang amat menyakitkan.

Brazen Bull sendiri merupakan alat eksekusi berbentuk banteng dengan rongga. Tahanan terkunci di dalamnya dan terpanggang sampai mati oleh api di bawahnya (bayangkan oven). Perangkat ini bahkan dirancang untuk menyalurkan jeritan para tahanan yang terbakar keluar dari hidung hingga terdengar seperti banteng—kejam, memang.

Perillos kemudian melaporkan penemuannya ke Phalaris, penguasa tiran dari Acragas di Sisilia. Setelah Perillos menunjukkan Brazen Bull kepada Phalaris, selanjutnya terjadilah hal ironis dan tragis yang tak terduga. Oleh instruksi sang penguasa, Perillos dimasukkan ke dalam alat itu dan api dinyalakan bawahnya.

Meski akhir dari sejarah kematian Perillos tak jelas (apakah ia ditarik keluar sebelum meninggal, atau hanya untuk dilemparkan dari tebing oleh orang-orang suruhan Phalaris, atau benar-benar berakhir terpanggang dalam Brazen Bull), namun biar bagaimana pun, tetap saja senajat makan tuan. Temuan Brazen Bull telah ‘menelannya’.

  1. Valerian Abakovsky

Merupakan seorang penemu asal Rusia, Valerian Abakovsky meninggal saat penemuannya berupa mesin kereta berkecepatan tinggi—Aerowagon—tergelincir pada uji coba. Abakovsky beserta lima orang lainnya tewas dalam uji coba tersebut.

Diketahui, Aerowagon mempunyai mesin pesawat dan baling-baling dan dirancang untuk membawa pejabat Soviet ke dan dari Moskow. Temuan Abakovsky ini bekerja dengan baik pada awal uji coba. Namun saying, kereta tersebut tergelincir waktu kembali ke ibukota. Tak ayal, insiden kecelakaan tersebut mengakibatkan penemunya tutup usia sewaktu masih muda, mengingat saat itu Abakovsky baru berusia 26 tahun.