Sadis! 500 Tokek di Kebun Binatang Dibantai dengan Nitrogen Cair Hanya Gara-Gara Hal Sepele


SURATKABAR.ID – Usai diselamatkan oleh pihak kepolisian, sebanyak 500 tokek justru harus dibantai secara brutal dengan cara dicelupkan ke dalam nitrogen cair oleh pihak Kebun Binatang Swedia. Alasannya karena asal hewan-hewan malang tersebut tidak jelas, sehingga mustahil untuk diadopsi.

Akhir bulan lalu, seperti dilansir Detik.com dari RT pada Selasa (17/4/2018), Otoritas Swedia menemukan sebanyak 760 kadal, 67 kura-kura, 18 ular, 2 buaya, satu monitor air, dan 11 katak dikurung dalam toko tak terurus di Loberod, Swedia.

Tanpa adanya informasi yang jelas terkait asal-usul satwa dari toko tersebut, membuat pihak otoritas tak memiliki pilihan lain. Mereka tak bisa menyerahkan mereka ke orang-orang untuk dipelihara. Akhirnya satwa-satwa tersebut hanya bisa diserahkan kepada institusi.

Usai mengumpulkan pengelola-pengelola kebun binatang di seluruh Eropa, Kebun Binatang Kolmarden Swedia terpilih sebagai rumah sementara bagi sekumpulan reptil yang berhasil diselamatkan dari tempat tak terurus tersebut.

Namun sayangnya, kebun binatang terpilih hanya sanggup menerima 50 dari total 550 tokek helmethead. Pasalnya mereka kekurangan dana untuk merawat ratusan reptil lainnya. Dan mereka pun memutuskan membantai reptil malang tersebut dengan menggunakan nitrogen cair.

Baca Juga: Sadis! Kebun Binatang Ini Jadikan Manusia untuk ‘Dipertontonkan’

Meski terkesan keji, metode tersebut justru dinyatakan “bekerja dengan baik dan diterima kesejahteraan binatang dalam praktiknya,” jelas dokter hewan Bengt Roken dari Kebun Binatang Kolmarden, seperti dikutip dari Detik.com, Selasa (17/4/2018).

“Ratusan binatang cantik dibuang seperti sampah. Tapi kesalahan ini ada pada perdagangan binatang peliharaan eksotis, dan mereka yang menangkap binatang untuk mencari keuntungan,” tutur Direktur Proyek Korporasi Vegan organisasi penyayang binatang PETA, Dawn Carr.

Carr juga menyoroti metode mencelupkan kadal-kadal eksotis tersebut adalah tindakan brutal. Ia mengutip laporan kode etik hewan dari University of Melbourne, Australia, yang mengatakan bahwa binatang seharusnya dianestesi terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke cairan nitrogen.

“Seluruh pilihan terbaik hilang ketika binatang-binatang ini ditangkap demi keuntungan. Kami tahu jika lebih dari 70 persen binatang peliharaan dikembangbiakkan atau ditangkap untuk perdagangan hewan, mati ketika transit atau akibat kurangnya perawatan dan perumahan yang tidak layak. Ini sebelum binatang ini dijual,” ujar Carr.