Unik! Kedai Kopi di Thailand Tawarkan Sensasi Kematian, Minat?


SURATKABAR.ID – Bagaimana rasanya kematian? Sebagai makhluk hidup bernama manusia, rata-rata setiap orang cenderung menakuti kematian. Namun bagaimana jika Anda dapat ‘menikmati’ sensasi kematian selagi masih hidup? Sebuah kafe kopi di Bangkok, Thailand mungkin bisa dijadikan jawabannya. Kedai yang bernama Kid-Mai Death Awareness  Cafe ini didesain sesuai namanya yang segala sesuatunya dibuat mirip dengan pemakaman.

Dilansir dari laman Oddity Central melalui Kompas.com, Minggu (15/04/2018), ketika pengunjung di depan pintu masuk kafe, mereka sudah disuguhi lorong hitam dengan berbagai tulisan antara lain “Apakah Anda lelah hari ini?” atau “Apa yang ingin Anda lakukan namun belum terlaksana?”

Memasuki ruang tengah kafe, terdapat peti mati seukuran manusia normal yang diletakkan lengkap dengan karangan bunga di sebelah kanannya. Tak lupa juga, terdapat tengkorak yang duduk di kursi hitam, tak jauh dari peti mati tersebut berada. Di atas aksesori tengkorak, tampak keterangan yang menceritakan apa sebabnya dia meninggal tahun lalu. Sementara di karangan bunga itu, pengunjung bisa menemukan tulisan inspirasional yang berbunyi, “Pada akhirnya, Anda tidak akan membawa apapun”.

Selain dekorasi, menu makanan Kafe Kid-Mai Death Awareness ini juga bernuansa kematian yang tak dapat dilepaskan dari kultur horror seperti “Menua”, “Penderitaan”, “Penyakit”, hingga “Mati”. 

Lebih Menghargai Hidup

Dalam keterangan resminya, pengelola Kid-Mai Death Awareness mengatakan bahwa mereka membuka kafe tersebut karena ingin meningkatkan kesadaran orang akan kematian. 

Baca juga: Ekstrem! Seperti Vampire, Pasangan Ini Minum Darah untuk Menunjukkan Komitmennya

“Kami ingin agar para pengunjung bisa lebih menikmati dan menghargai hidup. Sebab, kita tidak tahu kapan hidup kita bakal berakhir,” tutur sang owner.

Lebih lanjut, mereka menawarkan diskon bagi para pengunjung yang berani berbaring di dalam peti mati dalam keadaan tertutup. Bila Anda bisa melakukannya dalam waktu tiga menit, maka Anda bisa menerima potongan harga 20 baht, atau Rp 8.800.

Demi Masa Depan yang Lebih Baik

Melansir laman Tempo.co, rupanya banyak dari pengunjung yang ingin merenungi tentang arti hidupnya dan bertandang ke sana. Setelah meneguk secangkir kopi, pelanggan dianjurkan untuk berbaring selama beberapa menit di dalam peti mati untuk merenungi apa yang telah ia lakukan dalam hidup.

Hal ini tak lepas dari konsep pemilik kedai yang berharap dengan cara itu, para pelanggan bisa menjalani hidup yang lebih baik setelahnya, demi masa depan yang lebih baik dan berkualitas. Menurutnya, tema ini terinspirasi dari ajaran Buddha.

Untuk lebih menciptakan suasana alam kematian di kafe itu, sang pemilik juga mendesain ruangan dengan unsur alam kegelapan, termasuk dominasi warna hitam serta furnitur seperti tengkorak dan kerangka manusia di beberapa sudutnya. Bahkan pada daftar menu kedai itu, sajiannya diberi nama Minuman Kematian dan Menyakitkan.

Ada pun menu utama dari kafe Kid-Mai Death Awareness Cafe yang kurang lebih berarti ‘Pandangan Baru Terhadap Kesadaran Kematian’ ini adalah peti mati putih di aula utamanya. Ya rupanya peti mati yang diletakkan di ruang terbuka dengan suasana seperti pada upacara pemakaman di kuburan umum tersebut memang merupakan ‘menu’ alias pesan utamanya.

Meski begitu, bukan berarti setiap pengunjung diwajibkan untuk mencicipinya. Pelanggan tidak wajib mencoba masuk ke peti itu, hanya bagi yang bersedia saja (dan kemudian dapat diskon).

“Saya merasa seperti berada dalam sebuah pemakaman,” ujar Duanghatai Boonmoh (28), salah satu pengunjung kafe tersebut, seraya tertawa saat menenggak secangkir coklat panas yang disebut Death Smoothie.

Duanghatai dan pelanggan lainnya yang penasaran kemudian bergantian masuk ke kotak kayu sebelum teman-teman mereka menyegel tutupnya.

“Hal pertama yang terlintas dalam pikiranku adalah, bagaimana jika tidak ada yang membukanya?” ungkap Duanghatai berterus terang setelah muncul dari peti mati.

Manfaat Kesadaran Kematian

Veeranut Rojanaprapa yang merupakan seorang profesor dan peneliti sosial menganggap kafe sebagai cara untuk mengajar orang-orang Thailand, yang sekitar 90 persen di antaranya merupakan penganut Buddha, tentang manfaat kesadaran kematian.

“Kami menemukan bahwa memiliki kesadaran akan kematian mengurangi keserakahan dan kemarahan,” jelas Veeranut, seperti dilansir Channel News Asia.

Veeranut Rojanaprapa percaya bahwa konsep Buddha yang dihadirkan di kedai kopi di Thailand ini, yang berakar pada gagasan ketidakkekalan dan tidak mementingkan diri sendiri, merupakan kunci untuk membersihkan masyarakat Thailand dari masalah kronis seperti kekerasan dan korupsi.

Pengalaman peti juga merupakan cara untuk mendorong anak muda yang kecanduan teknologi untuk melangkah mundur dan merenung, kemudian meninjau kembali kehidupan pribadi mereka. Bagaimana menurut Anda, tertarik untuk berwisata ke sana?