Kecil-kecil Jadi Manten! Pelajar SMP Ngotot Menikah, Alasannya Bikin Geli


SURATKABAR.ID – Baru-baru ini publik dihebohkan dengan sepasang kekasih yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP asal Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan yang kebelet ingin menikah. Karena faktor umur, jelas keinginan tersebut ditolak oleh penghulu dan Kantor Urusan Agama (KUA). Namun, keinginan mereka terwujud setelah mengajukan gugatan ke Pengadilan Agama untuk mendapat persetujuan.

Mengutip reportase Kompas.com, Minggu (15/04/2018), Pelaksana Humas Kantor Kemenag Kabupaten Bantaeng Mahdi Bakri membenarkan hal tersebut. Mahdi menceritakan hal itu kepada tim wartawan. Katanya, berdasarkan pengakuan tante sang pengantin, calon pengantin wanita merupakan siswa berprestasi di kelasnya. Keponakannya tersebut juga tidak hamil juga tidak dijodohkan.

Takut Tidur Sendirian

“Menurut tantenya, anak ini mau menikah karena takut tidur sendiri di rumah setelah ibunya meninggal setahun yang lalu. Sementara ayahnya selalu meninggalkan rumah keluar Kabupaten untuk bekerja,” sebut Mahdi.

Mahdi melanjutkan, kedua pasangan pernikahan dini ini datang ke KUA Kecamatan Bantaeng untuk mengikuti Bimbingan Perkawinan (Bimwin) pada Kamis (12/4/2018). Sebenarnya pasangan ini tidak memenuhi persyaratan untuk dinikahkan. Pasalnya, usia calon pengantin laki-lakinya saja baru 15 tahun 10 bulan. Sementara calon pengantin wanita masih 14 tahun 9 bulan.

Dalam laman TribunNews.com, disebutkan bahwa Penghulu Fungsional KUA Kecamatan Bantaeng, Syarif Hidayat, mengaku baru pertama kali ini memeriksa berkas Catin (calon pengantin) yang masih belia. KUA sempat menolak mengeluarkan blanko N9 atau penolakan pencatatan karena usia calon mempelai masih di bawah umur.

Baca juga: Satu-satunya di Dunia, Para Wanita Suku Mosuo Tak Menikah dan Lebih Berkuasa dari Pria

“Ini pertama kalinya saya dapat ada Catin semuda ini. Usianya kan biasa nanti di atas yang dipersyaratkan, apalagi ini dua-duanya sangat muda,” ujarnya via rilis, Sabtu (14/04/2018).

Dispensasi dari Pengadilan Agama

Namun, kendati sempat ditolak, perjuangan dua muda mudi yang di sekolahnya terkenal berprestasi tersebut tak henti sampai di situ. Pihak keluarga lantas mengajukan permohonan dispensasi ke Pengadilan Agama Bantaeng. Permohonan itu dikabulkan Pengadilan Agama Bantaeng.

Akhirnya, pernikahan dini dua sejoli yang masih remaja itu terpaksa dilaksanakan setelah keduanya mengajukan gugatan di Pengadilan Agama Kabupaten Bantaeng dan mendapat dispensasi.

“Awalnya penghulu dan KUA Kabupaten Bantaeng menolak menikahkan mereka berdua, karena tidak memenuhi persyaratan. Namun keduanya melakukan gugatan ke Pengadilan Agama dan mendapat dispensasi. Ya akhirnya dinikahkan secara resmi, karena sudah ada putusan dari Pengadilan Agama,” beber Mahdi menjelaskan, seperti dilansir dari laporan Solo.TribunNews.com.

Lebih lanjut Mahdi memaparkan, jika tanpa putusan dari Pengadilan Agama dan mendapat dispensasi, pihak penghulu dan KUA tidak boleh menikahkan anak yang belum cukup usia sesuai aturan yang telah ditetapkan dan undang-undang pernikahan.

“Aturan itu memang ada boleh menikahkan anak dibawah umur, asal ada surat putusan dispensasi dari Pengadilan Agama,” tandasnya.