Ada Jalan Soekarno di Pakistan, Ternyata Ini Penyebabnya


SURATKABAR.ID – Tak sedikit nama jalan di Indonesia yang menggunakan nama Presiden pertama RI, Soekarno.

Pria yang akrab disapa Bung Karno ini dianggap pahlawan dan sangat berjasa bagi Indonesia hingga bisa meraih kemerdekaan. Oleh karena itu, namanya pun digunakan sebagai nama jalan.

Tapi, bagaimana jika sebuah jalan di Pakistan diberi nama Soekarno? Padahal, Pakistan bukan bagian dari Indonesia.

Dilansir grid.id, Minggu (15/4/2018), penamaan ini punya kisah dan sejarah tersendiri. Namun, masih berkaitan dengan jasa Soekarno terhadap Pakistan.

Awalnya, pada tahun 1965, Pakistan dan India tengah bertikai. Konflik besar dan dahsyat ini terjadi karena kedua negara berebut wilayah Kashmir. Keduanya sama-sama mengklaim bahwa kawasan tersebut merupakan teritori mereka.

Baca juga: Dukung Serangan AS ke Suriah, Arab Saudi dan Turki Sebut Itu Respons Tepat

Konflik ini disebut-sebut telah terjadi sejak tahun 1947 dan belum juga terselesaikan hingga tahun 1965. Bahkan, hingga saat ini pun pertikaian belum usai. Pakistan dan India masih berperang memperebutkan Kashmir.

Karena konflik tersebut, pada tahun 1965 Soekarno memerintahkan satuan kapal selam Korps Hiu Kencana TNI AL untuk segera berlayar menuju Pakistan.

Kala itu, Kapal Selam (KS) RI Nagarangsang dan RI Bramasta dipersiapkan dengan senjata lengkap. Keduanya juga diberangkatkan menuju Karachi, tapi harus menghindari rute pelayaran kapal niaga.

Misi yang diberi nama Gugus Tugas X tersebut bertujuan untuk membantu Pakistan yang sedang diserang India. Selain itu juga bertujuan untuk meredam peperangan agar tak lagi terjadi.

Sayangnya, saat tiba ditujuan kedua kapal selam harus diperbaiki karena mengalami kerusakan dalam perjalanan. Tapi, bukan hanya dua kapal selam itu yang dikirimkan, Soekarno juga memerintahkan Batalyon Marinir dan kapal perang permukaan untuk membantu Pakistan.

Semuanya langsung melakukan latihan (show of force) bersama AL Pakistan di lepas pantai yang berbatasan langsung dengan India. Hal ini dilakukan agar Inggris yang membantu India tahu bahwa pasukan dari Indonesia akan bertindak jika perang kembali pecah.

Kehadiran Angkatan Laut Indonesia ini juga “memaksa” Pakistan dan India menandatangani perjanjian damai di Tashkent, Uni Soviet, pada Januari 1966. Setelah perjanjian damai terjadi, seluruh pasukan yang terlibat dalam misi Gugus Tugas X ditarik kembali ke Indonesia.

Presiden Pakistan saat itu, Ayub Khan, menamai sebuah jalan dengan nama Soekarno Square Khyber Bazar sebagai bentuk penghormatan pada Bung Karno.