Kocak! Pakai Kekayaan Alam untuk Dapat Foto Mengesankan, Malamnya Malah Nangis-Nangis Minta Tolong


SURATKABAR.ID – Foto dengan alam sanggup menarik perhatian banyak orang. Selain terlihat alami, nuansa natural sebagai latar belakang memang selalu sukses mendamaikan jiwa. Tak heran, cukup banyak pengguna media sosial yang memutar otak dan akal demi mendapat foto unik bertemakan alam.

Gadis cantik ini adalah salah satu contohnya. Ia menjelajahi hutan untuk mendapatkan sentuhan baru dalam foto yang akan diunggah di media sosial miliknya. Berbekal ingatan masa kecil yang indah, gadis ini mencari Xanthium (cocklebur) di hutan, seperti dilansir Tribunnews.com dari laman ifunny.tw.

Ide uniknya adalah dengan menggunakan cocklebur, yang biasanya ia mainkan semasa kecil dahulu, untuk menyelimuti seluruh rambut dan tubuhnya. Usai menyusun benda hijau mungil tersebut di seluruh tubuh, ia pun menjelma sebagai ‘manusia cocklebur’.

Puas dengan penampilannya, ia meminta teman untuk mengabadikan pose uniknya dan mengunggah foto tersebut ke internet. Dan benar saja. Sesuai prediksinya sebelum melakukan sesi foto di hutan, penghuni jagad maya sangat menyukai fotonya dan bahkan sampai menyanjung-nyanjung dirinya.

Baca Juga: Kocak Banget! 6 Pose Manekin Ini Bikin Salah Paham

Mendapatkan banyak fans karena foto ‘manusia cocklebur’, si gadis merasa semakin senang. Namun hal tak terduga harus ia alami saat akan mandi dan tidur di malam hari setelah berfoto. Hal mengerikan dari tanaman hijau yang digunakannya untuk menghias rambut dan tubuhnya baru menyerang.

Cocklebur sangat lengket, ia pun mengalami kesulitan yang amat sangat untuk menyingkirkan benda-benda kecil yang jumlahnya sangat banyak dari rambut dan juga tubuhnya. Efek samping lainnya juga mulai ia rasakan. Si gadis cantik mengeluhkan gatal di semua sisi tubuh.

Dan yang paling menyedihkan adalah, meski berhasil merebut perhatian netizen, namun ia harus menderita gatal-gatal sepanjang malam lantaran cocklebur, yang usut punya usut termasuk jenis tumbuhan suku kenikir-kenikiran dan banyak tumbuh di Asia serta Amerika Utara.