Gila! Petugas Rumah Sakit Gagahi Ratusan Mayat Wanita, Baru Ketahuan Gara-Gara Ini


SURATKABAR.ID – Sebuah peristiwa mengejutkan terungkap secara tak disengaja. Kenneth Douglas (60) terungkap telah menggagahi sedikitnya 100 jasad di rumah sakit tempatnya bekerja.

Ia berulang kali melakukan perbuatan bejat tersebut setelah mengonsumsi narkoba ataupun saat mabuk. “Jika saya tidak minum apa-apa saat bekerja, itu tidak akan terjadi,” akunya, dilansir dari tribunnews.com, Oktober 2017 lalu.

Pria 60 tahun ini bekerja di sebuah rumah sakit di Ohio, Amerika Serikat. Ia mengaku melakukan aksi bejatnya saat bertugas di shift malam.

Douglas mengaku, saat bertugas di tahun 1991 dan 1992 ia telah menggagahi tiga mayat wanita di rumah sakit tempatnya bertugas. Bahkan, hingga kasus ini terungkap sudah 100 jasad wanita yang menjadi korbannya.

Baca juga: Membanggakan! Suami-Istri Italia Promosikan Seni Budaya Suku Asmat

Aksi bejat Douglas ini terungkap secara tak sengaja. Kasus tersebut terungkap saat seorang wanita bernama Range Karen (19) menjadi korban pembunihan. Di jasadnya, polisi menemukan sperma.

Ini membuat petugas menduga pelaku tak hanya menghabisi nyawanya, tapi juga menggagahi Karen. Namun, saat pelaku bernama David Steffan tertangkap, pengakuan mengejutkan datang darinya. Ia mengakui telah menghabisi Karen, namun menolak tuduhan pemerkisaan.

Karena ini, polisi melakukan tes DNA dan terungkap bahwa Douglas yang telah menggagahi mayat Karen. Sayangnya, saat kasus terungkap pada 2008, Douglas menghilang.

Tempat Douglas bekerja, Hamilton County, juga dituduh mengetahui kejahatan tersebut dan sengaja menyembunyikannya. Namun, dengan tegas Hamilton County membantah tuduhan itu.

“Hamilton County tidak seharusnya dia bertanggung jawab atas pidana terhadap karyawannya,” tegas Presiden Wilayah Hamilton County Greg Hartmann.

Setelah berhasil ditangkap, Douglas pun mengakui kejahatannya. Ia mengaku telah menggagahi Karen pada 1992. Kemudian, pada 2012 ia juga melakukan aksinya pada April Hick, wanita 24 tahun yang meninggal setelah jatuh dari jendela lantai tiga.

Pihak keluarga korban meminta Douglas dihukum seberat-beratnya karena perbuatannya saat bertugas di rumah sakit selama 16 tahun.