Mengejutkan! Ini Perbandingan Jokowi dan Umar Bin Khattab Menurut Mahfud MD


SURATKABAR.ID – Cuitan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD kembali menjadi sorotan netizen pengguna Twitter.

Kali ini ia membandingkan tentang Umar bin Khattab dan Abu Bakar soal cara mereka beribadah. Menurutnya, Umar selalu mengumumkan zakatnya. Sementara Abu Bakar selalu menyembunyikannya.

Meski begitu, Nabi menyebut bahwa perbuatan keduanya dalam beribadah sama-sama baik.

Kata Nabi, Umar bagus, bkn riya, krn mengingatkan orng utk berbuat sama, Abu Bakar bagus krn tawadhu’ & beramal tanpa ingin diketahui orng,” tulisnya di Twitter, Sabtu (14/4/2018), dilansir tribunnews.com.

Baca juga: Prabowo Nyapres, Jokowi Cuma Komentar Begini

Penjelasan Mahfud ini pun ditanggapi oleh netizen dengan akun @bumidamai. Ia bertanya, apakah yang dilakukan Umar mirip seperti Jokowi.

Apakah @jokowi seperti Umar bin khottob yang ngasih beras sekarung ke rakyatnya tengah malam. Tanpa ada bawa wartawan?” tulis akun tersebut.

Menjawab pertanyaan ini, Mahfud menjelaskan bahwa dulu belum ada wartawan, koran, maupun TV. Tapi, telah ada fungsi-fungsi kehumasan.

Waktu zaman old era Umar ibn Khatthab belum ada wartawan, Bro. Belum ada koran dan tipi. Tapi fungsi kehumasan sdh ada sesuai zamannya. Makanya yg dilakukan oleh Umar menjadi atsar, kisah yg terwariskan scr resmi krn diberitakan sejak awal oleh humasnya. Ada ribuan contoh atsar.” terang Mahfud.

Namun, penjelasan ini dibantah oleh akun @iNuyhawhadne. Menurutnya, Umar bukanlah pembohong dan humasnya bukan penjilat. Sementara akun @Husni_Tan menegaskan bahwa Umar bukanlah orang yang anti kritik. Bahkan, ia meminta agar orang lain menunjukkan kesalahannya.

Menjawab ini, Mahfud menjelaskan bahwa pada zaman Nabi pun ada pihak penjilat yang haus kekuasaan. Ia juga menegaskan bahwa kritik bisa dikritik kembali.

Memang. Khalifah Umar, Abu Bakar, dan yg lain selalu bilang luruskan saya kalau menyimpang. Imam Syafii dan pendiri madzhab yg lain mengatakan, “jgn ikuti pendapatku jika menurutmu menyimpang dari Qur’an dan Sunnah”. Jd kritik blh sj. Tp kritik yg bengkok ya boleh dikritik juga.” terangnya.