Ternyata Lubang Hitam Bisa Berbunyi! Ilmuwan Ini Ungkap Cara Dengarkannya


SURATKABAR.ID – Mungkin tak semua orang mengetahui fakta ini—bahwa lubang hitam atau black holes ternyata bisa berbunyi. Tak dapat dibayangkan bagaimana kira-kira bunyi dari fenomena antariksa tersebut. Namun, inilah yang didapatkan oleh para ilmuwan Australia. Mereka telah mengembangkan metodologi baru yang diklaim memungkinkan untuk mendengar bunyi tabrakan black holes di lapisan ruang dan waktu alam semesta.

Dikutip dari reportase Kompas.com, Sabtu (14/04/2018), terobosan yang diciptakan para peneliti di Melbourne ini menjanjikan harapan baru mengenai awal-mula terciptanya alam semesta.

“Kami bukan hanya melihat lubang hitam di ruang angkasa terdekat, kami melihatnya dari zaman awal alam semesta ketika bintang-bintang baru saja tercipta,” ujar Dr Eric Thrane dari Monash University kepada ABC Australia.

Dikatakan bahwa setiap tiga menit, di suatu tempat di alam semesta, dua lubang hitam bertabrakan satu sama lain. Karena gravitasinya begitu dahsyat, sewaktu bertabrakan, maka tatanan ruang dan waktu akan terguncang.

Instrumen LIGO

Hal ini mengirimkan gelombang gravitasi kecil melintasi kosmos. Fisikawan pertama kali mendeteksi radiasi gelombang gravitasi ini pada tahun 2016, dengan menggunakan instrumen LIGO di Amerika Serikat. Penemuan itu bahkan mendapatkan Hadiah Nobel.

Baca juga: Heboh! Ditemukan Potongan Tulang Jari Manusia di Gurun Nefud, Peneliti Ungkap Hal Mengejutkan

Sekarang, tim astrofisikawan yang berbasis di Melbourne ini telah memanfaatkan terobosan tersebut dengan mengembangkan teknik-teknik baru yang diklaim akan memungkinkan mendengarkan bunyi latar belakang dari lubang hitam yang bertabrakan di seluruh kosmos.

Kemampuan mendengarkan bunyi dari begitu banyak lubang hitam kecil yang semakin jauh dari planet kita akan memungkinkan para ilmuwan mengeksplorasi lebih dalam seputar sejarah alam semesta kita.

Fisikawan Silvia Biscoveanu dari MIT di Amerika Serikat berada di Australia bekerja dengan para peneliti Melbourne untuk hal ini.

“Gelombang gravitasi bukanlah gelombang suara. Tetapi kita dapat merepresentasikannya sebagai suara. Jadi kita bisa mendengar seperti apa bunyi dari lubang hitam yang bertabrakan satu sama lain,” tuturnya kepada ABC.

Bukti langsung dari adanya gelombang gravitasi itu ibaratnya merupakan sesuatu yang berada dalam pemikiran Albert Einstein. Tapi seperti apakah itu?

Hingga dideteksi pertama kalinya pada tahun 2016, bahkan tak sedikit fisikawan yang meragukan kemampuan detektor LIGO mendengarkan tabrakan lubang hitam tersebut. Sekarang, para peneliti di Australia menyebutkan bahwa dengan memanfaatkan kekuatan superkomputer besar di Swinburne University, memungkinkan mereka untuk mendengarkannya lebih dekat lagi.

Teknik baru yang akan diterbitkan dalam jurnal Physical Review X ini meliputi pemilahan sejumlah besar data yang telah dikumpulkan detektor dan menghilangkan suara-suara di latar belakang.

“Ini memberikan kita pengenalan alam semesta dalam kondisinya yang paling ekstrem,” kata Matthew Bailes, Direktur OzGrav Centre of Excellence for Gravitational Wave Discovery.

“Ini seperti saat kita menetapkan hukum fisika, dan bagi fisikawan hal itu merupakan hal menarik untuk diselidiki,” jelasnya.