Yakin Seratus Persen, Seorang Pakar Politik Mengamini Duet Anies-Gatot Bakal Gulingkan Jokowi


Anies Baswedan. Foto: Jawa Pos

SURATKABAR.ID – Ada anggapan bahwa bakal calon presiden atau capres Joko Widodo alias Jokowi masih lebih unggul dalam hal elektabilitas ketimbang nama-nama lainnya. Sang calon lawan yakni Prabowo Subianto pun dipandang belum bisa berikan persaingan yang berarti.

Perihal tersebut juga diungkapkan oleh pakar politik Pancasila Nusantara Center, Yudhie Haryono. Ia justru memberi rekomendasi supaya Gerindra mengusung duet Anies Baswedan – Gatot Nurmantyo.

Apabila mereka memajukan pasangan ini, diprediksi akan dapat memberikan persaingan yang lebih berarti untuk calon petahana yakni Jokowi. Bila sampai Anies dicalonkan akan terulang kembali Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta lalu. ketika itu Anies sukses mengalahkan kandidat calon dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

“Prediksinya yang bisa menjadi kompetitor pasangan incumbent hanya Anies-Gatot atau Gatot-Anies, di luar itu gak mungkin. Artinya kalau Gerindra dan PKS berani memunculkan Anies-Gatot, Gatot-Anies ini rematch yang kemungkinan besar petahana akan mendapatkan lawan yang lebih kuat dibanding Prabowo yang maju,” ucap Yudhie di gedung Nusantara V komplek DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (13/4/2018), seperti dilansir dari JawaPos.com.

Yudhie menilai bahwa munculnya pendapat tersebut lantaran dilihatnya seluruh suara pendukung Prabowo juga memberi dukungan untuk Anies. Sementara, sang Gubernur DKI Jakarta pun mempunyai basis sendiri untuk pemilihnya. Jadi, jika Anies maju akan ada kombinasi suara Anies dan suara Prabowo.

Baca juga: Respon Anggota Dewan Ketika Anies Berencana Menjual Rusunawa yang Dibangun Ahok

“Dalam konteks politik mikro, Anies itu Prabowo plus. Tentu saja suara Prabowo suara Anies, tapi tidak semua suara Anies suara Prabowo, artinya Anies itu menjadi unsur penambah bagi suara Prabowo,” imbuhnya.

Yudhie melanjutkan, kalau nanti Anies-Gatot sungguh-sungguh bakal diusung oleh Gerindra serta PKS, yang harus diperhatikan sebagai pekerjaan rumah ialah cara Anies menjaga pendukung Prabowo supaya tetap memberikan dukungan.

“Tinggal Anies mampu enggak mengkapitalisasi pendukung Prabowo agar berdiri di pihaknya, dan itu sangat mungkin karena dia memiliki segmentasi relatif berbeda dari pendukung Prabowo,” tandas Yudhie.

Sedangkan, mengenai Anies yang beberapa waktu lalu menyatakan akan fokus mengurus Jakarta, hal itu dilihat Yudhie sebagai ucapan normatif dari seorang kepala daerah. Pasalnya, bila terus bermunculan dukungan rakyat maka Yudhie sangat yakin bahwa Anies dapat mencalonkan dirinya untuk maju pilpres 2019.

“Semua Pejabat kita selalu begitu, tapi begitu rakyat mendesak begitu ada desain yang begitu besar dia akan mencalonkan, saya yakin dia tidak akan lari. Dan disitulah cara dia mengalahkan petahana,” ucap Yudhie.