Tabrak Driver Ojek Online, Hasil Tes Urine Fotomodel Tiara Negatif Narkoba


    Olah TKP fotomodel menabrak pengemudi ojek online di Harmoni. Foto: Detik

    SURATKABAR.ID – Fotomodel Tiara Ayu Fauzyah menjalani tes urine dari polisi terkait kasus dirinya yang mengemudikan BMW dan menabrak pengemudi ojek online M Nur Irfani. Hasil dari tes urine tersebut menyatakan Tiara negatif narkoba.

    “Hasilnya terakhir adalah negatif,” terang Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto di Harmoni, Jakarta Pusat, Sabtu (14/4/2018), seperti dilansir dari Detik.com.

    Kendati hasil tes urine menunjukkan bahwa Tiara negatif narkoba, namun dirinya tetap menjadi tersangka dalam kasus kecelakaan tersebut. Ia pun terancam hukuman penjara 5 tahun.

    “Kita kenakan Pasal 283 juncto Pasal 310 ayat 3 (UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan). Itu ancamannya adalah 5 tahun penjara,” kata Budiyanto.

    Akan tetapi untuk saat ini Tiara tidak ditahan. Alasan dirinya tak ditahan ialah karena Tiara dinilai menunjukkan sikap kooperatif.

    Baca juga: Kematian Cutfil di Got Cilincing Tertangkap CCTV, Driver Online Ungkap Fakta Mengejutkan

    “Penahanan bukan suatu keharusan. Sepanjang dia bisa menunjukkan kooperatif, tidak akan melarikan diri, tidak akan melakukan tindak pidana, tidak merusak barang bukti, saya kira bisa nanti dengan wajib lapor sementara dua kali, Senin dan Kamis,” ucapnya.

    Hari ini Sabtu (14/4/2118) polisi menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) tabrakan mobil BMW yang Tiara kemudikan bersama Irfani. Tetapi olah TKP tersebut dilakukan tanpa ikut dihadiri Tiara lantaran keterangan darinya dinilai sudah cukup.

    Polisi melakukan olah TKP tersebut dengan menggunakan scanner 3D untuk mengambil gambar di lokasi kejadian. Gambar yang diambil itu nantinya akan diolah dengan memakai software milik kepolisian yang dapat menghasilkan video atau animasi rekonstruksi peristiwa, sebelum, ketika dan setelah kecelakaan.

    “Nanti diolah dengan software alat tersebut. Hasilnya bisa animasi atau video yang menggambarkan rekonstruksi kejadian sebelum, saat, dan sesudahnya. Mungkin bisa 5-7 hari baru hasil bisa dilihat,” ucap Budiyanto.