Heboh! Ditemukan Potongan Tulang Jari Manusia di Gurun Nefud, Peneliti Ungkap Hal Mengejutkan


SURATKABAR.ID – Peneliti mengungkap bahwa penemuan potongan tulang jari di Gurun Nefud, Saudi Arabia ternyata berkaitan erat dengan sejarah peradaban manusia. Potongan-potongan yang berusia sekitar 90.000 tahun tersebut dipastikan merupakan fosil Homo Sapiens tertua dari luar Afrika.

Mengutip reportase Grid.ID, Jumat (13/04/2018), penemuan itu menunjukkan migrasi awal dari Afrika ke Eurasia ternyata lebih luas dari yang diperkirakan. Berdasarkan temuan oleh para peneliti dari University of Oxford, potongan tulang jemari manusia itu berlokasi di situs Al Wusta, sebuah danau air tawar kuno di Gurun Nefud.

Peneliti menghabiskan waktu dua tahun untuk melakukan tes ketat agar bisa menentukan umur tulang tersebut dan memastikan apakah itu benar-benar milik manusia, seperti disebutkan dalam laman NationalGeographic.co.id.

Bisa Mengubah Sejarah Manusia

Para periset juga menilai temuan fosil ini bisa mengubah sejarah manusia, terutama sejarah migrasi manusia saat pertama kali keluar dari Afrika, demikian dilansir dari laporan Kumparan.com. pasalnya, fosil ini merupakan fosil tertua yang ditemukan di luar wilayah Afrika dan Levant (wilayah Mediterania Timur yang meliputi negara Israel, Suriah, Palestina, Yordania, dan Lebanon), dan juga merupakan fosil tertua yang ditemukan di Arab Saudi.

Hingga kini, para ilmuwan menganggap proses migrasi keluar dari Afrika terjadi pada 60 ribu tahun yang lalu. Kemudian mereka yang bermigrasi itu hidup di sepanjang garis pantai dan mengandalkan sumber daya di lautan untuk bertahan hidup, tutur Michael Petraglia, arkeolog dari Max Planck Institute for the Science of Human History di Jena, Jerman, dikutip dari Live Science.

Baca juga: Nyata Terjadi, Tulang Lengan Wanita Ini Mendadak Hilang!

“Dengan ditemukannya tulang jari fosil dari situs Al Wusta di Arab Saudi, kita tahu bahwa Homo sapiens keluar dari Afrika sejak 85 ribu hingga 90 ribu tahun yang lalu, jauh lebih awal dari perkiraan sebelumnya, 60 ribu tahun yang lalu,” kata Petraglia dalam konferensi pers.

“Hal ini menunjukkan bahwa skenario manusia keluar dari Afrika 60 ribu tahun yang lalu bukanlah satu-satunya, tetapi skenario migrasi yang sebenarnya jauh lebih rumit.”

Fosil Hewan dan Artefak Batu

Rupanya temuan tersebut tak hanya melulu soal manusia. Bersamaan dengan tulang orang, para periset juga menemukan beberapa fosil hewan serta alat-alat batu yang dibuat oleh manusia.

Melalui pemindaian 3D, para peneliti menyimpulkan tulang-tulang jari itu merupakan milik spesies manusia. Sedangkan saat diuji menggunakan uranium, tulang itu berusia sekitar 88.000 tahun.

Kini Gurun, Dulunya Padang Rumput Subur

Temuan itu juga menunjukkan bahwa gurun modern yang berada di Semenanjung Arab kini ternyata dulunya merupakan padang rumput subur yang ditinggali manusia.

Padahal, Semenanjung Arab dianggap jauh dari bagian evolusi manusia.

“Penemuan ini secara tegas menjadikan Arabia sebagai wilayah utama untuk memahami asal usul dan ekspansi manusia ke seluruh dunia,” tandas pemimpin penelitian itu.

Migrasi Manusia Purba di Asia Barat

Sebelum penemuan Al Wusta ini, dispersi awal manusia purba ke Levant dianggap tidak berhasil dan terbatas pada daerah Mediterania yang berhutan. Saat ini, para arkeolog memiliki bukti bahwa mereka ternyata berhasil.

“Penemuan ini untuk pertama kalinya menunjukkan bahwa manusia purba pernah mendiami wilayah Asia Barat yang luas, tidak hanya terbatas di Levant,” kata Groucutt, mengutip laporan Independent.co.uk.

Para peneliti memprediksi, fosil jari ini akan menjadi yang pertama yang berhasil melacak jejak migrasi manusia purba di seluruh Asia.

“Yang menjadi perdebatan kami di sini adalah banyak penyebaran dari Afrika sehingga proses pergerakan dan kolonisasi di Eurasia jauh lebih rumit dari apa yang buku pelajaran katakan,” pungkas Petraglia.