Paus Sperma 9 Meter Ditemukan Mati di Tepi Pantai, Begitu Dibedah Terkuak Fakta Mengerikan


SURATKABAR.ID – Seekor paus sperma dengan panjang 9,7 meter atau 32 kaki ditemukan mati dengan kondisi yang sangat mengenaskan di tepi Pantai Murcia, Spanyol. Dan begitu dilakukan pembedahan, ditemukan fakta yang sangat mengerikan tersimpan dalam perut makhluk malang tersebut.

Dilansir Detik.com dari laman Sky News pada Jumat (13/4/2018), terdapat sebanyak 29 kilogram sampah dalam perut paus tersebut. Terkait hal tersebut, seperti yang diungkapkan oleh Pusat Penyelamatan satwa El Valle, ada pun penyebab kematian mamalia besar penghuni samudera dalam itu karena tak dapat mencerna isi perut dan ususnya.

Sampah yang dikeluarkan dari perut paus sperma jantan

Menurut hasil pembedahan, didapatkan tali, jaring, hingga sebuah drum dan berbagai macam jenis sampah lainnya mendekam di dalam perut makhluk malang tersebut. Karena menelan sampah, paus itu akhirnya mengalami radang di perut yang dikenal dengan sebutan peritonitis.

Ketika ditemukaan, berat paus sperma tersebut mencapai 7 ton. Angka itu sangat jauh di bawah rata-rata berat normal paus sperma jantan yang seharusnya berada di angka 45 ton. Dan pada umumnya, paus sperma hanya mengonsumsi cumi-cumi besar, berbagai jenis ikan hingga hiu. Bukan sampah.

Baca Juga: Bikin Malu, Bule Inggris Ini Rekam Dirinya Berenang di ‘Lautan Sampah’ Bali

Penemuan paus dengan kondisi mengenaskan tersebut semakin mendorong pemerintah daerah setempat untuk melancarkan kampanye kepada warganya agar tidak lagi membuang sampah sembarangan, terutama ke perairan, seperti danau, sungai, hingga laut.

Aksi kampanye tersebut langsung mendapatkan dukungan dari Badan Lingkungan Eropa dan Komisi Dana Eropa untuk Pembangunan Daerah. Pasalnya, keberadaan sampah plastik di lautan menjadi ancaman paling besar untuk kelestarian satwa liar dari seluruh dunia.

Disampaikan oleh Direktur Jenderal Lingkungan Hidup Murcia Consuelo Rosauro, sampah plastik yang tak dapat terurai meski beribu-ribu tahun lamanya, merupakan ancaman nomor satu bagi keberlangsungan hidup satwa liar yang selama ini selalu menjadi korban pertama.

“Banyak hewan terperangkap di ‘tempat sampah’ atau menelan plastik dalam jumlah besar, yang bisa saja berakhir dengan kematian. Wilayah Murcia tidak asing dengan masalah ini. Ini harus kita tangani melalui tindakan bersih-bersih dan (meningkatkan) kesadaran warga negara,” jelas Rosauro.