Abu Janda Polisikan Rocky Gerung, Akhmad Sahal: Norak Banget


    SURATKABAR.ID – Ketua Cyber Indonesia, Permadi Arya atau lebih dikenal sebagai Abu Janda melaporkan Rocky Gerung ke Polda Metro Jaya.

    Abu Janda merasa tak terima dengan pernyataan Rocky yang mengatakan bahwa kitab suci adalah fiksi. Menurutnya, Rocky telah melakukan ujaran kebencian bermuatan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

    “Kitab suci menurut KBBI itu adalah Alquran, Injil, dan lain-lain,” katanya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (11/4/2018) lalu, dilansir tribunnews.com.

    Ia juga mengaku bahwa aksinya melaporkan Rocky ini semata-mata untuk menjaga keutuhan NKRI. Terlebih lagi, Rocky berbicara di depan umum dan diliput media.

    “Jadi kita melakukan laporan ini, cuma satu, jangan sampai ini menjadi perpecahan apalagi kita mau NKRI utuh, simpelnya sih begitu. Apalagi ini kan Rocky Gerung juga bicara di umum, dalam salah satu media,” lanjutnya.

    Baca juga: Sebut ‘Kitab Suci itu Fiksi’, PGI Nilai Pernyataan Rocky Gerung Bukan Penistaan Agama

    Didampingi Sekjen Cyber Indonesia, Jack Boyd Lapian, Abu Janda membawa barang bukti berupa CD berisi rekaman video saat Rocky menyampaikan pernyataan yang menurutnya melanggar hukum.

    Dalam laporan bernomor LP/2001/IV/2018/PMJ/Dit. Reskrimsus tertanggal 11 April 2018, Rocky terancam dijerat Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang ITE.

    Namun, pengurus Nahdlatul Ulama (NU), Akhmad Sahal tak setuju dengan aksi Abu Janda. Ia malah menyindir Abu Janda melalui akun Twitter @sahal_AS, Rabu (11/4/2018) kemarin. Menurutnya, melaporkan Rocky ke polisi adalah tindakan norak.

    Norak banget sih ini, menyatakan pikiran kok dipolisikan.” tulisnya di Twitter,

    Menurut Sahal, dirinya pun memiliki banyak kritik untuk Rocky soal pernyataannya di ILC. Namun, dengan tegas ia menolak kriminalisasi terhadap Rocky. Seharunya, ide dilawan dengan ide.

    Saya punya banyak kritik ke Bung @rockygerung soal pernyataannya ttg fiksi dan kitab suci, tp saya menentang keras upaya kriminalisai thdnya. Lawanlah ide dgn ide!” lanjutnya.