Sebut ‘Kitab Suci itu Fiksi’, PGI Nilai Pernyataan Rocky Gerung Bukan Penistaan Agama


SURATKABAR.ID  Pernyataan dosen Universitas Indonesia, Rocky Gerung soal ‘kitab suci itu fiksi’ menimbulkan polemik.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid mengatakan perlu mendalami dan memelajari terkait makna dari kalimat tersebut.

“Itu berat dan sensitif karena itu kan harus didalami. Sensitif saya kira perkataan dengan kitab suci yang berkaitan dengan keyakinan orang. Perlu melakukan pendalaman terhadap masalah itu seperti yang dimaksud Rocky. Kami ingin mendalami dahulu,” ujar Zainut, Kamis (13/4/2018), dilansir dari Detik.com.

“Kami masih ingin mendengarkan banyak pihak apa yang terjadi di acara itu. Mudah-mudahan tidak ada polemik berkepanjangan. MUI belum membaca secara utuh jadi belum bisa memberikan pendapat lebih jauh,” imbuhnya.

Sementara itu, Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) memberikan tanggapan terkait pernyataan dosen Universitas Indonesia tersebut. Kepala Humas PGI Jeirry Sumampow mengatakan tidak ada unsur penistaan dari pernyataan yang dilontarkan Rocky.

Baca Juga: Rocky Gerung Kini Tak Lagi Berstatus Sebagai Dosen UI

“Kami melihat tidak ada unsur penistaan dalam pernyataan Rocky Gerung itu. Dia kan menjelaskan, saya nggak nonton acaranya, saya hanya nonton lewat video yang diviralkan oleh banyak teman, dan menurut saya tidak ada unsur penistaan agama ya. Melihat bagaimana dia menjelaskan perbedaan dua kata itu,” jelas Jeirry.

Jeirry kemudian menuturkan perkataan yang dilontarkan Rocky tidak mengandung unsur penistaan. Dia memaparkan, dalam ajaran Kristen, penafsiran kitab suci tidak hanya dilihat melalui perspektif sejarah.

“Kalau kita lihat, (Rocky Gerung) nggak ada niat untuk menistakan kitab suci agama-agama. Dia melihat itu dari perspektif keilmuan. Sementara, sejak lama kita tahu kalau dalam sejarah Kekristenan, tradisi tafsir itu sudah sangat panjang dan melalui perdebatan ilmiah, rasional, dan objektif itu mewarnai perjalanan Kekristenan berkaitan dengan tafsir kitab suci,” tutupnya.