Hotman Paris Bikin Video Soal Wanita yang Diserbu Puluhan Pria, Polisi Angkat Bicara

SURATKABAR.IDMelalui akun Instagram pribadinya, Hotman Paris baru-baru ini menginformasikan adanya kejadian pengeroyokan seorang wanita di Tebet, Jakarta Selatan oleh puluhan debt collector.

Video tersebut diunggah pada Rabu (11/4/2018). Dalam video itu Hotman mengatakan tengah membutuhkan bantuan polisi karena ada seorang wanita berinisial S yang tinggal di Apartemen The Lavande Residence menangis ketakutan setelah didatangi puluhan laki-laki berbadan tegap.

“Menangis-nangis ketakutan karena di lobi apartemennya di customer service didatangi puluhan laki-laki berbadan tegap yang tidak jelas apakah itu debt collector atau bukan. Mohon kepada Kapolres Jakarta Selatan dan jajarannya juga kepada Kapolsek Tebet untuk segera melakukan penertiban di Apartemen Lavande,” kata Hotman dalam videonya.

Di akhir video, dirinya juga menyebut bahwa kejadian ini sangat mendesak dan wanita itu butuh bantuan segera.

“Emergency pak polisi, segera, terima kasih,” sebut Hotman.

Baca juga: Dua Pengacara Dilaporkan Hotman Paris Gara-Gara Dugaan Sembunyikan Buronan

Pada Kamis (12/4/2018) Hotman kembali mengunggah sebuah video. Dalam video tersebut tergambar sebuah mobil bertuliskan “RESMOB” tengah melaju.

Ketika dikonfirmasi, Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya AKBP Aris Supriyono membenarkan adanya informasi tersebut. Namun ia menjelaskan, selain informasi dari instagram pihaknya juga menerima laporan resmi terkait hal ini.

“Iya benar (ada informasi). Ada juga laporan mengenai kejadian itu kepada petugas piket kami,” ujar Aris ketika dihubungi dikutip dari Kompas, Kamis (12/4/2018) malam.

Dihubungi terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya menjelaskan, menerima laporan tersebut jajaran Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Selatan dan Polsek Tebet bergerak menuju TKP.

Sesampainya di lokasi, Argo melanjutkan, polisi mendapati S tengah bersama dua pria berbadan tegap. Namun sudah tak terjadi keributan di lokasi.

“Setelah sampai lokasi tidak ada keributan yang terjadi. Tapi kami mengamankan dua pria berbadan tegap yang berada di lokasi tersebut, bukan sepuluh. Ini adalah masalah utang piutang,” kata dia.

Menurut Argo kasus ini akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan.