Ada Lubang Lontarkan Angin Dahsyat di Atmosfer Matahari, Bumi Akan Rasakan Dampak Ini


SURATKABAR.ID – Tak hanya sebagai pusat tata surya Galaksi Bima Sakti, matahari merupakan penyedia pasokan cahaya atau sinar bagi planet-planet di sekitarnya. Terdiri dari plasma panas bercampur medan magnet yang sangat kuat, suhu di matahari bisa mencapai 5.778 K.

Jika diklasifikasikan, suhu di permukaan matahari ‘hanya’ 6 ribu derajat Celcius, lalu inti terluarnya 7 juta derajat Celcius. Sementara suhu di inti matahari mencapai 15 juta derajat Celcius. Dan baru-baru ini NASA mengungkap fakta terbaru dari kondisi bintang terbesar di galaksi kita.

Dilansir dari laman Grid.ID, Rabu (11/4/2018), NASA menangkap terdapat lubang di lapisan atmosfer matahari yang menyebabkan medan magnet bintang tersebut terbuka tak beraturan. Keadaan tersebut menciptakan celah pada atmosfer luar matahari, yakni Korona.

Lubang yang dinamai NASA sebagai Lubang Koronal, memiliki bahaya luar biasa, yakni dapat mengeluarkan partikel yang mengandung muatan gelombang magnetik dan bercampur dengan panas. Semua gabungan tersebut langsung menuju ke Bumi, yang dinamai Angin Matahari.

Atas kondisi terbaru, Space Weather Prediction Center (SWPC) atau Pusat Prediksi Cuaca Luar Angkasa Amerika Serikat mengeluarkan perkiraan dampak yang diakibatkan dari datangnya Angin Matahari bagi Bumi, planet biru.

Baca Juga: Misteri Kola Superdeep Borehole, Lubang Paling Dalam di Muka Bumi

“Tiba beberapa jam lebih awal dari yang diperkirakan, aliran Angin Matahari yang bergerak cepat telah mencapai Bumi. Gelombang magnetik berhembus dari lubang lebar di atmosfer matahari, dan bisa menyelimuti planet kita selama beberapa hari,” demikian pemberitahuan SWPC yang dimuat Spaceweather.com.

Dan bukan hanya itu saja. Para peneliti juga memprediksikan adapun akibat dari Angin Matahari yang akan dirasakan oleh Bumi disebutkan mulai dari gangguan jaringan listrik, sistem avionik pesawat luar angkasa dan juga satelit akan terjadi.

Mereka menyebutkan aurora yang biasanya hanya terbentuk di Kutub Selatan dan Utara akan dapat dinikmati di wilayah Bumi bagian barat, tepatnya North Dakota, Minnesota, Michigan, dan Maine Amerika Serikat.

Berdasarkan istilah astronomi, Angin Matahari dikenal juga sebagai Badai Geomagnetik. Angin matahari yang berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 10-11 April 2018 juga akan menyebabkan adanya pemadaman sinyal radio yang disebabkan perpindahan orbit satelit di luar angkasa.