Habis-habisan! Dicecar Selama 5 Jam dalam Kongres, Bagaimana ‘Nasib’ CEO Facebook?


SURATKABAR.ID – Dalam Kongres AS terkait skandal dugaan kebocoran data yang melibatkan perusahaan data Inggris, Cambridge Analytica, Mark Zuckerberg yang merupakan CEO dari media sosial Facebook terus mengucapkan permintaan maaf. Pada Selasa (10/04/2018), Zuckerberg dicecar hampir lima jam di depan 44 anggota senat AS. Setiap senator mendapatkan waktu lima menit untuk melontarkan pertanyaan.

“Jelas, kami tidak cukup melakukan pencegahan hingga digunakan untuk hal berbahaya. Ini juga untuk berita palsu, campur tangan asing dalam pemilihan umum, dan ujaran kebencian, serta pengembang dan privasi data,” ungkap Zuckerberg dalam forum tersebut, seperti dikutip dari reportase CNNIndonesia.com, Rabu (11/04/2018).

Dia juga meminta maaf karena tak melihat persoalan ini secara luas, “Ini adalah kesalahan besar. Saya meminta maaf,” ujarnya dalam kongres yang diselenggarakan di Capitol Hill, Washington, tersebut menurut siaran LA Times, seperti dikutip dari OkeZone.com.

Mereka mengajukan pertanyaan berkenaan dengan invasi privasi dan masalah lain yang mendera Facebook, termasuk praktik mata-mata asing menggunakan jejaring sosial itu untuk mempengaruhi pemilu, penyebaran ujaran kebencian dan seruan kekerasan etnis di Myanmar, serta kerawanannya bagi praktik pasar yang diskriminatif.

Salah satu pertanyaan paling keras dilempar oleh Senator John Kennedy yang menilai ketentuan perjanjian layanan Facebook sangat buruk. Senator John Kennedy memperlihatkan setumpuk tebal ketentuan yang menurutnya sangat sulit dipahami bahkan oleh seorang pengacara.

Baca juga: Tanggapan Indosat Soal 2,2 Juta Nomor Seluler yang Registrasi Pakai 1 NIK

“Perjanjian pengguna Anda sangat buruk. Ini bukan untuk menginformasikan pengguna Anda tentang hak mereka. Saya sarankan Anda kembali ke rumah dan menulisnya ulang,” ujar Kennedy, seorang politikus Partai Republik yang mewakili Louisiana, seperti dilansir CNN.

Zuckerberg pun setuju melakukannya.

Meski begitu, ia juga sempat gagap saat menjawab beberapa pertanyaan dari senator lainnya. Ini termasuk pertanyaan mengenai bagaimana staf Facebook memutuskan untuk tidak memberi tahu pengguna tentang Cambridge Analytica saat pertama kali mengetahuinya pada 2015.

Selama sesi itu, Zuck juga menceritakan mengenai cikal bakal Facebook yang dimulai dari sebuah kamar asrama di Harvard University saat usianya masih 19 tahun.

“Sangat tidak mungkin memulai sebuah perusahaan di kamar asrama Anda dan menumbuhkannya sampai ke skala saat ini tanpa membuat kesalahan. Saya akan mengatakan, kami akan melalui perubahan filosofis yang lebih luas,” tukas Zuck.

Jawaban Tak Memuaskan

Di lain pihak, Zuck juga dinilai gagal menjawab beberapa pertanyaan penting senat. Hal ini membuat sejumlah anggota parlemen tak merasa puas.

“Kegagalan Mark Zuckerberg untuk menjawab beberapa pertanyaan penting selama kehadirannya di depan Senat hari ini membuat saya khawatir tentang seberapa baik nilai-nilai Facebook untuk kepercayaan dan transparansi,” tulis Kamala Harris selaku Senator Demokrat di Twitter.

Meski begitu, mengutip laporan Reuters, investor secara keseluruhan tampak menyukai penampilan Facebook di depan para senat. Saham Facebook ditutup dengan peningkatan hingga 4,5 persen yang merupakan kenaikan harian terbesar mereka dalam hampir dua tahun.