Dikatai Gila Setelah Bilang Kitab Suci Adalah Fiksi, Begini Reaksi Rocky Gerung


    SURATKABAR.ID – Rocky Gerung menjadi sorotan publik setelah mengatakan bahwa kitab suci adalah sebuah fiksi. Menurutnya, Tuhan menciptakan kitab suci agar manusia berimajinasi.

    Pernyataan ini disampaikannya dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang ditayangkan tvOne, Selasa (10/4/2018) kemarin.

    Tak ayal, pernyataan ini langsung membuat heboh para politisi dan sejumlah orang yang hadir. Ada pula yang menanggapinya di media sosial.

    Salah satunya adalah Dede Budhyarto yang akrab disapa Kang Dede. Menanggapi pernyataan Rocky soal kitab suci adalah fiksi, Kang Dede menuding Rocky ‘gila’. Ia pun berandai-andai jika kubu pemerintah yang mengucapkannya, tentu saja akan ada demo dan kasus berlanjut di ranah hukum.

    Baca juga: Kritikan Pedas Said Aqil Soal Aksi 212, Eggi Sudjana Jawab Begini

    Untung yg ngoceh si GILA @rockygerung bisa dibayangkan klo yg ngoceh kubu pemerintah??
    Maka Capres peci putih yg katanya “Banyak Duit” akan memerintahkan gerombolannya, DEMONSTRASI & LAPOR POLISI.” tulis @kangdede78, dilansir tribunnews.com.

    Dituding gila oleh Kang Dede, Rocky pun bereaksi. Ia membalas cuitan Kang Dede di Twitter. “Anda telah melakukan “ujaran kedunguan”. Tak akan saya tuntut,” balasnya.

    Dari video yang beredar di YouTube, dalam acara ILC, Rocky memang menyebut bahwa kitab suci merupakan sebuah fiksi. Tapi, ia juga menegaskan bahwa fiktif dan fiksi punya arti yang berbeda.

    Ketika menyebut fiksi, yang ada di otak kita adalah fiktif,” ujarnya.

    Menurutnya, fiksi memiliki arti yang baik dan sangat berbeda dengan fiktif. Rocky juga menjelaskan bahwa fiksi merupakan lawan dari realitas, bukan fakta. Sedangkan fiktif adalah sebuah kebohongan.

    Kitab suci fiksi atau bukan? Siapa yang berani jawab? Kalau saya pakai definisi bahwa fiksi itu mengaktifkan imajinasi, kitab suci itu adalah fiksi.” ujarnya di tengah-tengah penjelasan.

    Menurut Rocky, kitab suci adalah fiksi karena belum selesai dan belum tiba. Begitu pula dengan “Babad Tanah Jawa”.

    Fiksi memiliki fungsi untuk mengaktifkan imajinasi dan menuntun manusia untuk berpikir imajinatif. Sayangnya, beberapa waktu belakangan makna fiksi yang sebenarnya telah dirusak oleh para politisi.

    Jadi ada fungsi dari fiksi, untuk mengaktifkan imajinasi, menuntun kita untuk berfikir lebih imajinatif. Sekarang kata itu dibunuh oleh politisi,” terangnya.

    Bahkan, Rocky menegaskan bahwa fiksi bukanlah sekedar prediksi, tapi untuk menentukan destinasi atau tujuan. Salah satu contohnya adalah ketika manusia dituntun oleh dalil-dalil dalam kitab suci.

    Sekarang kita mesti pastikan, fiksi itu baik, yang buruk itu fiktif. Bisa bedain nggak tuh?” tegasnya.

    Berikut penjelasan lengkapnya: