Kapal Asing Pencuri Ikan Dilelang Murah, Menteri Susi: Inilah Kalau Tidak Ditenggelamkan

    SURATKABAR.IDMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan kekecewaannya terhadap pelelangan yang dilakukan terhadap kapal asing pencuri ikan. Lelang harganya pun dibanderol dengan sangat murah.

    Kejari Batam melelang dua kapal asing pencuri ikan minggu lalu, yaitu Seroja asal Vietnam dan PKFB 1089 asal Malaysia.

    Dalam lelang tersebut, limit harga kapal PKFB 1089 hanya Rp 170 juta dan Seroja Rp 232,8 juta. Setelah lelang, kapal Seroja laku dengan harga Rp 233,8 juta dan PKFB 1089 dilepas dengan harga Rp 173,8 juta.

    Namun, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara tidak langsung menyatakan kekecewaannya. Perjabat di kementerian tersebut bahkan mengungkapkan bahwa kapal-kapal itu bisa mencapai harga Rp 1 miliar.

    Baca juga: Kebijakan Menteri Susi Tenggelamkan Kapal Bikin Jokowi, JK, dan Luhut Silang Pendapat

    Menteri Susi pun mengungkapkan bahwa harga jual tidak sesuai dengan ekspektasi, karena terlalu murah.

    “Ya inilah kalau (kapal asing pencuri ikan) tidak ditenggelamkan, jadi moral hazzard baru,” kata Susi dikutip dari Kompas, Senin (9/4/2018).

    Dia menyebut moral hazzard, lantaran ada informasi yang menyebutkan bahwa kapal ikan yang dilelang itu akan dibawa ke negara asalnya.

    Kepala subbagian (kasubag) Pembinaan Kejari Batam Hasbi Kurniawan mengatakan proses lelang kedua kapal sudah sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku.

    “Kami hanya menjalankan putusan Mahkamah Agung (MA) yang sudah memilii kekuatan hukum tetap,” kata Hasbi, Jumat (6/4/2018).

    Hasbi juga menambahkan bahwa bukan hanya dua kapal itu saja. Ada satu kapal tugbot yang juga dilelang yaitu Eskalante dengan nilai Rp 94 juta.

    Adapun peminat dari kapal-kapal tersebut antara lain Gerson Panjaitan, Heng A Cuang, dan Marina Silabang untuk kapal Seroja.

    Sementara kapal PKFB 1089 sempat menjadi rebutan oleh Heng A Cuang, Marina Silaban, dan Tan Bong Hong.

    Kapal tugbot diminati hanya satu perusahaan saja, yakni Heng A Cuang dengan harga penawaran terakhir Rp 95 juta.