KPU Perkenankan Jokowi Pakai Pesawat Kepresidenan untuk Kampanye Pilpres


    SURATKABAR.ID – Arief Budiman yang merupakan Ketua KPU mengungkapkan bahwa Kepala Negara RI, Ir. Joko Widodo (Jokowi) selaku petahana presiden yang kembali maju mencalonkan diri sebagai presiden dalam Pilpres 2019 diperkenankan untuk menggunakan fasilitas kendaraan milik negara. Dan ini juga mencakup pesawat kepresidenan. Alasannya? Karena KPU juga memikirkan faktor keamanan sebagai pertimbangan dalam membuat putusan tersebut.

    “Itu kan (pertimbangan keamanan) yang melekat. Kalau nanti menggunakan alat transportasi yang tidak terstandar pengamanannya, itu kan bisa berisiko,” demikian diutarakan Arief di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (09/04/2018), seperti dikutip dari laporan Detik.com, Selasa (10/04/2018).

    Arief Budiman mengungkap, presiden mempunyai standar fasilitas tertentu. Oleh sebab itu, ia mengatakan bahwa petahana presiden dipersilakan untuk tetap menggunakan fasilitas terkait.

    “Capres petahana apakah boleh pakai pesawat kepresidenan di waktu kampanye?” tim wartawan menanyakan kepada Arief.

    Lho itu kan yang melekat. Kalau nanti menggunakan alat transportasi yang tidak terstandar pengamanannya, itu kan bisa berisiko. Kalau kita enggak punya, presiden itu risikonya besar lho. Makanya presiden itu punya standar tertentu. Pengamanannya, transportasinya. Itu melekat, dipersilakan,” papar Arief.

    Baca juga: Resmi Perkuat Alutsista TNI AU, 24 Unit Pesawat F-16 C/D Didatangkan Langsung dari AS

    Tak hanya pesawat, Arief juga mengemukakan bahwa mobil dengan standar umum dapat membahayakan keselamatan presiden.

    “Mobilnya. Kenapa enggak pakai mobil umum saja? Oh berbahaya. Karena ada standar-standar pengamanan itu yang ditentukan,” paparnya.

    Melansir laporan CNNIndonesia.com, aturan yang berkenaan dengan hal ini sesungguhnya telah dimuat dalam rancangan Peraturan KPU (PKPU) tentang kampanye yang telah disepakati Komisi II DPR, Bawaslu, dan Kemendagri. Namun memang saat ini, aturan tersebut masih belum disahkan.

    Kata Mendagri

    Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menilai, pesawat kepresidenan sejatinya merupakan bagian dari fasilitas pengamanan yang melekat pada presiden. Namun, Tjahjo juga sekaligus berpendapat jika pesawat kepresidenan sebaiknya tak digunakan untuk keperluan berkampanye.

    “Iya dong (pesawat kepresidenan bagian dari pengamanan). Tapi kalau kampanye, menurut saya, harus menggunakan pesawat lain,” ujar Tjahjo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (06/04/2018), seperti dilansir dari reportase Kompas.com.

    Tjahjo mengatakan, aturan penggunaan pesawat kepresidenan dalam kampanye akan diatur secara detil dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

    Riza Patria yang merupakan Wakil Ketua Komisi II DPR juga menyampaikan, presiden dan wakil presiden petahana masih bisa memakai fasilitas negara dalam hal pengamanan dan mobil dinas saat kampanye, tapi tidak dengan pesawat kepresidenan.

    “Presiden dan wakil presiden masih bisa menggunakan fasilitas negara, seperti pengamanan pribadi, termasuk mobil kepresidenan. Yang tidak boleh pesawat kepresidenan dan tidak boleh digunakan Istana untuk kampanye atau menerima terkait urusan kampanye, tidak boleh,” ungkap Riza, Selasa (03/04/2018).

    Yang terjadi selanjutnya adalah Sekretariat Negara (Setneg) lantas mengonsultasikan hal tersebut kepada KPU dan Arief Budiman selaku ketuanya telah memperkenankan.

    Belakangan muncul dua tagar yang sangat populer di media sosial. Mana yang kamu pilih?

    Posted by SuratKabar.ID on Tuesday, 3 April 2018