Dahsyat! Hanya Butuh Rp 100 Ribu untuk Makan Setahun, Gaya Hidup Pria Ini Patut Ditiru


SURATKABAR.ID – Apa yang akan Anda lakukan jika harus memenuhi kebutuhan makan selama setahun penuh hanya dengan Rp 100 ribu saja? Hal itu tentunya bakal dianggap gila. Pasalnya, di zaman seperti sekarang ini, uang sebesar itu bahkan tidak bisa digunakan untuk bertahan hidup selama sepekan.

Namun seorang pria asal Singapura, Daniel Tay, berhasil mematahkan anggapan bahwa uang Rp 100 ribu tidak bisa dibuat untuk memenuhi kebutuhan makan selama satu tahun. Bagaimana mungkin ia bisa bertahan hidup hanya dengan Rp 100 ribu di tengah kehidupan yang berat ini?

Dikenal sebagai ‘penyelam sampah’, seperti yang dilansir Tribunnews.com dari laman Cleo.com, Senin (9/4/2018), Daniel mendapatkan seluruh kebutuhan untuk hidup dengan mencari barang-barang bekas. Ya, tak terkecuali, termasuk juga untuk makanan sehari-hari selama satu tahun ke depan.

Merupakan seorang penganut freegans, pria berusia 38 tahun ini merasa sangat prihatin dengan kenyataan sehari-hari, di mana demi sebuah gaya hidup semua orang rela melakukan pemborosan. Padahal sebenarnya seseorang bisa sangat banyak menghemat uang.

“Seorang freegan adalah orang yang menghabiskan sangat sedikit uang. Dia mencoba mendapatkan semuanya secara gratis,” tutur Daniel dengan lugas menggambarkan gaya hidup yang ia anut lantaran prihatin dengan gaya hidup modern, seperti yang dikutip dari laman Tribunnews.com, Senin (9/4/2018).

Baca Juga: Terungkap, Inilah Profesi Paling Berat dan Dianggap Tidak Pernah Berakhir

Uang yang ia habiskan setiap bulan hanya untuk membayar tagihan, investasi, dan juga hipotek. Daniel tetap membeli makanan untuk kucingnya. Namun bukan berarti ia membeli setiap makanan yang akan ia konsumsi sendiri.

Pria yang bekerja sebagai perencana keuangan ini pertama kali mengubah cara pandang terhadap hidup ketika bertemu dengan seorang asing, Colin. Saat itu bulan November 2016. Ia mengikuti acara Honesty Circles, di mana topik tentang uang menjadi pembicaraan orang-orang di sana.

“Sekitar 20 hingga 30 dari kami berbicara tentang menyerahkan pembayaran gaji yang stabil untuk mengejar hasrat kami. Tapi ketika giliran Colin, dia mengatakan ‘Saya di akhir 40-an, sudah pension dan hanya menghabiskan 100 US Dollar sebulan’,” kata Daniel.

Colin hanya mengeluarkan 100 US Dollar setiap bulannya untuk melunasi tagihan-tagihan. “Saya tidak perlu khawatir tentang uang karena saya mendapatkan semuanya secara gratis. Begitu kata Colin,” tambah Daniel mengisahkan momen ketika ia mulai memikirkan segalanya tentang uang.

Daniel berpikir, jika Colin bisa melakukan penghematan begitu besar, dirinya yang merupakan perencana keuangan harus menghabiskan minimal 1.500 US Dollar untuk satu bulan hidup di Singapura. Rupanya semua berkat gaya hidup freegan yang dijalani Colin selama dua tahun.

Akhirnya Daniel bertukar pikiran dengan Colin yang mempelajari gaya hidup freegan dari internet. Bagaimana ia menyelami sampah-sampah toko dan supermarket, hingga mengumpulkan makanan yang akan disingkirkan oleh para tetangga.

Keputusan Daniel terjun ke dunia freeganisme sama sekali tak mendapatkan rintangan. Tetangga-tetangganya merasa tertolong dengan memberikan makanan yang akan mereka buang kepada Daniel. Setiap hari mereka meletakkan makanan yang tak diinginkan langsung di depan pintu rumah Daniel.

“Itu belum berhenti sejak itu. Saya bangun untuk makan di luar pintu saya setiap pagi,” kisah Daniel yang mengaku sejak dirinya menganut freegans, hal tersebut membuat hubungan dengan tetangga-tetangganya semakin erat.

Tanpa perlu keluar uang, ia bisa mengumpulkan banyak buah dan sayuran layak makan. Bahkan hingga lemari esnya penuh. Saking banyaknya makanan yang berhasil ia kumpulkan, Daniel sampai harus membagikannya lagi ke tetangga-tetangganya yang lain.

Untuk kebutuhan mandi, ia mencari sisa-sisa sabun dan shampo di tempat sampah. Ia bahkan dapat menemukan tas, sepatu, peralatan rumah tangga, hingga konsol PlayStation 3 yang masih bisa digunakan.

“Orang menjadi freegans karena tiga alasan: Mereka ingin menghemat uang, mereka ingin menyelamatkan orang lain atau mereka ingin menyelamatkan bumi,” jelas pria pemilik situs freeganinsingapore.wordpress.com untuk memposting foto hasil temuannya.