Viral! Gadis Cantik Asal Garut Jadi Tukang Tambal Ban


SURATKABAR.ID – Baru-baru ini sebuah foto menjadi viral dan ramai diperbincangkan oleh warganet di media sosial. Dalam foto seorang, tampak seorang tukang tambal ban wanita berparas manis. Tak butuh waktu lama bagi foto ini untuk menjadi booming baik di Facebook dan Instagram. Setelah ditelusuri, ternyata tukang tambal ban cantik tersebut berasal dari Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Melansir laman Detik.com, Senin (09/04/18), foto tersebut pertama kali diunggah oleh akun Facebook Mentari Garut di Grup Komunitas Orang Cibatu Se-dunia. Dalam foto itu, terlihat seorang wanita muda yang tengah menambal ban sepeda motor.

“GADIS MANIS ASAL BANYURESMI, RELA JADI TUKANG TAMBAL BAN,” ungkap pemilik akun Mentari Garut dalam postingannya tersebut.

Foto itu praktis menuai beragam komentar dari netizen sejak pertama kali diunggah pada Sabtu (07/04/18). Di Instagram, banyak warganet terharu melihat foto tersebut.

“Sabar neng, milik allah mah teu aya nu terang (Sabar neng, rezeki dari Allah tidak ada yang tahu),” tutur akun Instagram @mamang3338 di kolom komentar foto yang diunggah @beritagarut.

Baca juga: Tak Tahan Terima KDRT, Janda Cantik Ini Kini Jadi Sopir Truk

Dari data yang didapatkan melalui penelusuran tim wartawan, sosok wanita yang ada di foto tersebut adalah Irma Tri Resmiawati. Benar adanya bahwa prempuan berusia 23 tahun itu berprofesi sebagai tukang tambal ban.

“Iya (perempuan di foto yang viral) memang saya. Saya tukang tambal ban,” ujar Irma kepada wartawan di lapak tambal bannya, Jalan Raya Banyuresmi, Senin (09/04/18).

 

Yang Penting Halal

Ketika Irma ditemui di lokasi tambal ban yang juga merupakan rumahnya pada Senin (09/04/18), Irma mengaku jika menambal ban merupakan keinginannya. Dari tempat tinggalnya yang bertempat di Jalan KH Hasan Arif, Banyuresmi, ia pun bercerita.

“Awalnya saya cuman mau bantu-bantu orang tua, tapi saya juga perlu uang. Ya jadinya saya teruskan aja jadi tukang tambal ban,” kata Irma.

Sipaa sangka jika profesinya itu telah dilakoni Irma selama dua tahun belakangan ini. Meski demikian, menjadi tukang tambal ban yang umumnya dikerjakan laki-laki tak membuat Irma mengeluh.

“Kalau saya gak apa-apa, yang penting halal,” imbuhnya.

Sebelumnya, setelah lulus sekolah pada tahun 2013, Irma sempat bekerja di salah satu perusahaan swasta di Bekasi dan Jakarta. Namun, di tahun 2016 Irma memutuskan keluar.

“Soalnya waktu itu sempat sakit, kemudian pulang ke Garut. Pas mau kerja lagi, ibu saya yang sakit, jadi akhirnya saya putuskan buat diam aja di Garut,” beber Irma.

Berapa Pendapatannya?

Selama menjadi tukang tambal ban, Irma juga mengalami berbagai suka duka. Salah satunya mengenai ia yang kerap dicecar pertanyaan oleh para pelanggan yang keheranan melihat aksi Irma menambal ban.

“Banyak orang yang tanya ke saya kenapa jadi tukang tambal ban. Ya saya jawab memangnya kenapa, kan saya bisa,” tuturnya.

Setiap hari, Irma bisa memperbaiki 15 hingga 20 ban yang bocor. Jasa tambal bannya hanya dihargai 20 ribu Rupiah. Meski begitu, Irma mengaku tetap bersyukur dengan penghasilannya dari menambal ban.

“Kalau lagi sepi biasanya dapat 50 ribu Rupiah sehari. Kalau rame bisa dapat 100 ribu Rupiah, kadang lebih. Alhamdulillah,” pungkasnya sambil senantiasa tetap bersyukur.