Keji! Anak Tega Pukul Ayahnya Berusia 72 Tahun Pakai Balok Gara-Gara Hal Sepele


Foto: Tribunnews

SURATKABAR.ID – Seorang anak tega menganiaya ayah kandungnya sendiri yang berusia 72 tahun di Perumahan Duta Kranji, Jalan Cendrawasih, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Sabtu (7/4/2018), seperti dilansir dari Tribunnews.com.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00. Korban yang bernama Djohar ketika itu tengah beristirahat di kamarnya. Kemudian datanglah anak kandungnya, Dede Solihin (35) untuk meminta uang.

“Enggak tau dikasi tapi kurang atau tidak dikasi, dia langsung marah dan pukul pakai balok,” ucap Rahman, kakak ipar pelaku.

Menurut Rahman, ia mengetahui kejadian itu saat terdengar ayahnya berteriak minta tolong. Ia pun langsung masuk ke rumah dan melihat korban tengah dibekap menggunakan bantal serta berlumuran darah.

“Saya langsung pukul tangan adik ipar saya biar dia mau lepasin bekapan, saya omelin dia, kamu mau b***h bapak ya, saya bilang gitu ke dia,” kata Rahman.

Baca juga: Gara-gara Kerap Didatangi dalam Mimpi, Putrinya Membongkar Makam Ayah

Dengan dibantu tetangganya, Rahman segera mengamankan pelaku dan korban. Dengan kondisi yang berlumuran darah, korban segera dibawa ke Rumah Sakit Ananda Bekasi untuk mendapat perawatan.

Diketahui pelaku memakai balok berukuran 40 sentimeter untuk memukul korban. Ketika ditemukan, terlihat wajah korban berlumuran darah bahkan juga sempat pingsan.

“Sudah dirawat dan mengalami luka di sekitaran wajah,” terang Rahman.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Momisaris Besar Polisi Indarto, yang mendengar informasi itu segera mendatangi lokasi kejadian serta mengamankan pelaku dan juga barang bukti yakni kasur serta balok kayu yang berlumuran darah itu.

“Kita sudah amankan pelaku untuk keterangan lebih lanjut ke Polres Metro Bekasi, sekilas tadi sudah kita introgasi bahwa pelaku marah kepada Bapaknya karena hal-hal tertentu,” papar Kapolres.

Sementara, pihaknya masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk mengetahui motifnya. Tetapi, jika menurut keterangan saksi selama ini pelaku mengalami gangguan jiwa.

“Sekilas tadi kita dapat introgasi bahwa pelaku sudah lama mengidap ganguan jiwa,” pungkasnya.