Pencuri Uang Kotak Amal Rp 1,8 Juta Tewas Dikeroyok, Polisi Curiga Ada Dugaan Persekusi


SURATKABAR.ID – Seorang pria tanpa identitas jadi bulan-bulanan massa hingga tewas usai kepergok menggasak habis uang dari dalam kotak amal sejumlah Rp 1,8 juta di Masjid An Nur, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat pada Sabtu (7/4).

Kapolsek Cengkareng Kompol M Khoiri, seperti yang diwartakan Tribunnews.com, menyatakan insiden berlangsung sekitar pukul 05.30 WIB tepat setelah jamaah usai melaksanakan salat subuh berjamaah di masjid.

Diketahui pelaku bertubuh kurus yang diperkirakan berusia 45 tahun tersebut, mengenakan celana panjang berwarna coklat pada saat kejadian. Ketika beraksi menggunakan obeng untuk mencongkel kotak amal, ternyata Suryadi yang merupakan marbot masjid memergokinya.

Sontak ia pun langsung meneriaki pelaku yang saat itu tengah memasukkan uang sebesar Rp 1,8 juta ke dalam tas plastik hitam. Warga berbondong-bondong datang ke masjid. Dan lantaran geram atas aksi pelaku, tanpa pikir panjang mereka langsung menghajar pelaku hingga tewas.

Baca Juga: Wow! Coba Gagalkan Pencurian Motor, Saat Pelaku Tarik Pelatuk Pistol ‘Mukjizat’ Terjadi

Akibat tindakan main hakin sendiri dari warga di sekitar masjid, pelaku pencurian uang di kotak amal masjid itu langsung tewas di tempat kejadian. Terdapat beberapa luka di tubuhnya. Dan yang paling parah adalah luka pada hidung.

“Saksi melihat pelaku mengambil uang dan memasukkannya ke dalam tas plastik hitam. Pelaku luka-luka di bagian muka, hidung mengeluarkan darah mengakibatkan pelaku meninggal,” tutur Khoiri, Sabtu (7/4), dikutip dari Tribunnews.com, Sabtu (7/4/2018).

Khoiri mengungkapkan bahwa polisi membawa jenazah pelaku ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk dilakukan visum. Tak lupa ia mengimbau warga untuk menyerahkan kasus ke pihak berwenang dan tak lagi main hakim sendiri jika menangkap pelaku kejahatan.

Curiga adanya dugaan persekusi, kepolisian melakukan penyidikan lebih lanjut terhadap pengeroyokan warga yang menewaskan seorang pria pencuri uang di kotak amal masjid tersebut. “Tetap nanti persekusinya kita proses hukum,” jelas Khoiri.

Atas pengeroyokan tersebut, sudah ada 10 orang saksi menjalani pemeriksaan. Dan menurut rencana, kasus akan dilimpahkan ke Polres Jakarta Barat. “Tadi sekitar 10 orang dimintai keterangan sebagai saksi. Kemungkinan kasus ini akan dilimpahkan ke polres,” tambahnya lebih lanjut.