Pendaki Asing Gunung Merbabu Ditemukan Tewas, Ini Kronologisnya


SURATKABAR.ID  Warga negara Selandia Baru, Andrey Voytech, yang hilang saat mendaki di Gunung Merbabu, Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia oleh tim pencari pada Sabtu (7/4/2018).

“Survivor kami temukan di area Kalimenek di aliran sungai dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 08.40 WIB. Korban diduga terjatuh dari ketinggian 13 meteran,” jelas Noer Isrodin Muchlisin, Kepala Basarnas Jawa Tengah, Sabtu (7/4/2018), dikutip dari Detik.com.

Penemuan ini bermula saat SRU 1 berjumlah 9 personil yang bermalam di Pos 1 Pending pada pukul 07.00 pagi melakukan pencarian di aliran sungai Kalimenek. Tim melakukan penyisiran dari bawah ke atas menyusuri sungai tersebut, hingga akhirnya menemukan jasad korban.

Diduga saat terjatuh, korban mengalami benturan hebat karena dari ketinggian di dasar sungai yang berbatu. Jatuhnya korban ke dasar sungai tidak diketahui penyebab pastinya, bisa terpeleset, disorientasi karena hipotermia atau sebab apa tidak diketahui.

Korban lalu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Kota Salatiga untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Ngeri! Tak Banyak yang Tahu, Sepanjang Lereng Gunung Everest Dipenuhi Ratusan Mayat Beku

Penyebab atau berapa lama korban telah meninggal dunia masih menunggu hasil otopsi pihak kepolisian.

Rekan Andrey melaporkan bahwa Andrey sedang naik ke Merbabu, melalui Cunthel, Kabupaten Semarang, Jumat (30/3/2018). Namun hingga Senin (2/4/2018) tidak kembali ke hotelnya hingga ditemukan tewas pada Sabtu (7/4/2018).

Ari Widhi Setiyatmoko (26), pendaki yang bertemu dengan Voytech di Pos 1 Pending jalur pendakian via Thekelan membenarkan pakaian yang terakhir kali dikenakan oleh Voytech sesuai dengan foto Voytech berfoto dengan pendaki lain di puncak Merbabu, yakni mengenakan celana tiga perempat cokelat muda.

“Saya berpapasan dengan Voytech ketika dia arah naik, saya arah turun,” terangnya.

Sebagai pendaki yang telah tiga kali mendaki Gunung Merbabu, Ari mengatakan medan di Gunung Merbabu tidaklah sulit atau berbahaya.