Glikemik Rendah, Diet Efektif untuk Penderita Diabetes. Ada Pasta Juga!


SURATKABAR.ID – Ada banyak cara untuk memiliki tubuh ideal. Mulai dari meningkatkan aktivitas fisik, hingga mengatur asupan makanan yang akan dikonsumsi. Jika sebelumnya diet a la militer bikin heboh karena diklaim bisa menyingkirkan lemak 10 kilogram hanya dalam 3 hari, kini ada diet glikemik rendah.

Dilansir Grid.ID dari laman Boldsky, Sabtu (7/4/2018), diet satu ini didasarkan pada konsep indeks glikemik. Menurut penelitian, dengan melakukan diet rendah glikemik seseorang dapat menurunkan berat. Bahkan program diet glikemik rendah sangat baik untuk penderita diabetes dan kolesterol.

Hanya makanan yang aman dan dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung yang masuk dalam menu diet. Tak hanya itu, diet glikemik juga terbukti mengurangi kadar gula darah. Selain itu, makanan dengan indeks glikemik rendah mudah dicerna serta diserap tubuh sehingga banyak disukai.

Makanan yang masuk ke dalam kategori glikemik rendah memiliki indeks sebesar 55 atau kurang. Ada beberapa makanan yang memiliki indeks tersebut, yakni gandum, apel, aprikot, stroberi, kiwi, pir, wortel, kembang kol, brokoli, tomat, seledri.

Baca Juga: Dahsyatnya Diet Militer, 10 Kilogram Bisa Turun Hanya 3 Hari! Tertarik Coba?

Selain itu, ada dari jenis umbi-umbian, seperti kentang, ubi jalar, jagung, biji-bijian. Termasuk juga aneka produk olahan susu, daging ayam, daging merah (sapi), telur, ikan laut, dan terakhir ada minyak zaitun, minyak yang dikenal dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Terdapat satu menu lagi yang cukup mengejutkan. Menurut para peneliti, melalui jurnal BMJ Open yang diterbitkan pada Selasa (3/4) lalu, ternyata mengonsumsi pasta sama sekali tak berkaitan dengan risiko kenaikan berat badan. Namun aturannya adalah, dikonsumsi sebagai bagian diet indeks glikemik rendah.

Dilansir Republika.co.id dari laman Livescience, makanan pasta diketahui memiliki indeks glikemik yang relative rendah. Bahkan jika dibandingkan dengan olahan dari biji-bijian lain, seperti misalnya roti putih.

Para peneliti menganalisis total 2.500 orang yang memilih pasta sebagai menu diet rendah glikemik. Dan hasilnya, setelah 12 pekan berlalu, berat badan para peserta mengalami penurunan kurang lebih setengah kilogram, dibandingkan dengan kelompok yang mengonsumsi sumber karbohirdat lain.

Menanggapi hal itu, ahli gizi, sekaligus konsultan nutrisi di Pittsburgh, Amerika Serikat, Heather Mangieri menyebutkan fakta tersebut tidak mengejutkan. Ia menekankan, meski pasta dan produk olahan karbohidrat lain memiliki reputasi buruk, namun makanan ini layak dinikmati dalam menu harian.

“Jika pasta Anda dibagi dengan benar dan dipasangkan dengan sayuran yang kaya nutrisi dan protein tanpa lemak, itu bisa menjadi pilihan yang sangat sehat,” jelas Mangieri, seperti yang dikutip dari laman Republika.co.id, Kamis (5/4/2018).

Lebih lanjut ia menambahkan, meski demikian, tetap sangat penting untuk memperhatikan campuran pasta. Sangat tidak dianjurkan untuk menggabungkan pasta dengan makanan-makanan lain, seperti saus.

“Pikirkan tentang itu, berapa banyak orang hanya memakan pasta? Jumlah kalori naik dengan cepat ketika pasta Anda ditutupi dengan saus krim dan dimakan dengan bakso lemak tinggi dan roti bawang putih,” tuturnya dengan tegas.