SBY Katakan Ada Pemimpin Dunia yang Disembuhkan dr Terawan


SURATKABAR.ID Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia memutuskan Dokter Terawan Agus Putranto diberikan sanksi pemecatan sementara sebagai anggota IDI selama 12 bulan.

Sekretaris MKEK PB IDI, Pukovisa Prawiroharjo mengatakan keputusan tersebut diambil setelah MKEK memproses laporan soal Dokter Terawan sejak beberapa tahun lalu.

MKEK menetapkan Dokter Terawan melakukan pelanggaran etik serius dari kode etik kedokteran. Surat tersebut hanya ditandatangani oleh Ketua MKEK PB IDI, Prijo Sidipratomo. Dalam surat itu, tidak tercantum tanda tangan Ketua Umum PB IDI Muh Adib Khumaidi.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan kesaksian bahwa telah banyak orang yang disembuhkan dan diselamatkan oleh dr Terawan.

“Begini, saya menjadi saksi bahwa ribuan saudara-saudara kita merasa tertolong oleh dr Terawan terlepas apakah metodologinya dipolemikkan atau didebatkan tetapi kenyataannya banyak yang merasa ditolong,” tegas SBY, Kamis (5/4/2018), dikutip dari Kumparan.com.

Baca Juga: Pernah Jadi Pasien ‘Cuci Otak’ dr Terawan, Mahfud MD Beberkan Fakta Mencengangkan

SBY menceritakan pernah ada seorang pemimpin dunia yang juga sahabatnya memiliki keluhan di bagian kepala. Saat dibawa berobat ke berbagai negara, sahabatnya itu tak kunjung sembuh. Setelah itu, sahabatnya itu datang ke Jakarta dan ditangani langsung oleh dr Terawan.

“Saya punya sahabat seorang pemimpin dunia tidak perlu saya sebut namanya memiliki keluhan di bagian kepala berobat ke dua negara, negara tetangga kita yang dianggap maju dalam bidang kedokteran, tidak sembuh,” tambahnya.

SBY pun berharap, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dapat duduk bersama dokter Terawan untuk membahas keputusan MKEK. Ia juga meminta pemerintah terlibat dalam penyelesaikan masalah ini.

Sejumlah tokoh seperti Aburizal Bakrie, Mahfud MD, Tri Sutrisno, AM Hendropriyono sampai Sutiyoso merasakan betul terobosan medis yang dilakukan dokter Terawan. Meskipun terobosan medis itu belum diakui IDI, tapi hal lain justru dirasakan berbeda oleh pasien. Sampai-sampai Ical, sapaan akrab Aburizal Bakrie, berani bersaksi bagaimana ia melihat prosedur yang dilakukan dokter Terawan.