Balita Kedapatan Positif Narkoba, BNN Imbau Orang Tua Waspadai Jajanan Anak



SURATKABAR.ID – Komisaris Jenderal Heru Winarko selaku Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) mengimbau agar para orang tua lebih waspada dan memperhatikan jajanan anak-anak mereka—baik makanan maupun minuman. Pasalnya, seorang balita di Kepulauan Meranti baru saja kedapatan positif narkoba setelah menjalani pemeriksaan medis. Diduga, balita tersebut telah mengkonsumsi permen mengandung narkotika.

“Semua masyarakat bagian dari masalah narkotika. Ibu-ibu anaknya yang jajan diperhatikan apa yang dikonsumsi anaknya,” tegas Heru setelah upacara kenaikan pangkat di Ruang Rapat Utama Markas Besar (Rupatama Mabes) Polri, Jakarta, Rabu (04/04/2018). Demikian sebagaimana dikutip dari reportase CNNIndonesia.com.

Tak dapat dipungkiri, saat ini peredaran narkoba semakin gencar dan marak dengan bermacam modus, termasuk disusupkan melalui makanan kecil dan camilan. Heru juga tak menampik fakta tersebut. Dinyatakannya, kini pihak BNN bahkan menggandeng lembaga lain demi mencegah akal-akalan pengedar narkotika.

“Bisa jadi (melalui makanan). Kami akan kerja sama dengan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan),” tandas Heru.

Balita Positif Narkoba

Sebelumnya, pada Jumat pekan lalu, seorang balita di bawah lima tahun (balita) berinsial CS di Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, urinenya dinyatakan positif mengandung narkotika. Dia diketahui kerap mengkonsumsi permen dengan inisial merek Y.

Baca juga: Bagi Ibu Pecandu Obat, Begini Derita Anak yang Terpapar Narkotik Sejak Bayi!

Diungkapkan oleh Kapolres Kepulauan Meranti AKBP La Ode Proyek, mereka curiga permen itu mengandung narkoba setelah CS (3,8) bertingkah laku aneh. Hal itu terjadi beberapa jam setelah ia mengonsumsi permen merek Y pemberian dari kakeknya. Dugaan tersebut lantas diperkuat dengan hasil tes urine dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meranti, yang menyatakan urine CS posifif mengandung narkotik.

AKBP La Ode Proyek yang kerap disapa Eko tersebut menyampaikan, pengiriman sampel permen yang dikonsumsi CS ke BPOM Riau ini dilakukan karena ada perbedaan temuan antara hasil tes urine yang dilakukan RSUD dan Polres Meranti. Hasil tes yang dilakukan Polres Kepulauan Meranti menyatakan urine CS negatif mengandung narkotik.

“Ada anak dan ibu ke rumah sakit, dilakukan tes di rumah sakit. Kami belum pastikan apakah ini tes kit untuk narkotika atau bukan, tapi hasilnya positif narkotik. Kemudian setelah itu dia melaporkan ke polres, dites kita menggunakan peralatan tes urine yang ada di polres, hasilnya negatif,” terang Eko.

Sementara itu, pihak BPOM pun sudah melakukan uji sampel terhadap permen itu. Nantinya, sejumlah pakar akan menganalisas zat-zat dalam permen tersebut.

Naik Pangkat

Hari ini, Rabu (04/04/2018) Kapolri Jenderal Tito Karnavian menaikkan pangkat Heru dari inspektur jenderal menjadi komisaris jenderal. Langkah ini dilakukan lantaran Heru menduduki jabatan yang diperuntukkan bagi perwira tinggi Polri berpangkat jenderal bintang tiga, seperti diilansir dari reportase Kompas.com.

Tito juga menaikkan pangkat sembilan perwira lainnya dalam upacara yang berlangsung Rupatama Mabes Polri. Selain Heru, tiga orang pangkatnya dinaikkan menjadi inspektur jenderal, yaitu Brigadir Jenderal Budiono Sandi yang bertugas sebagai perwira tinggi di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen Andap Budhi Revianto yang menjabat Kapolda Maluku, serta Brigjen Agung Setya yang bertugas sebagai perwira tinggi di Badan Intelijen Negara (BIN).

Berikutnya ialah perwira menengah alih golongan menjadi perwira tinggi (berpangkat brigjen), yakni Komisaris Besar Agus Suryatno yang menjabat sebagai Kepala Sekolah Pembentukan Perwira (Kasetukpa), Kombes Ibnu Isticha sebagai Kepala Biro Peralatan Staf Logistik (Karopal Slog) Polri dan Kombes Verdianto Iskandar yang menjabat sebagai Komandan Pasukan Pelopor Korps Brimob.

Hal yang sama juga dilakukan pada Kombes Ahmad Luthfi yang menjabat sebagai Wakapolda Jawa Tengah, Kombes Kris Erlangga Aji Widjaya dalam penugasan di BNPT, juga Kombes Albertus Rachmad Wibowo dalam jabatan baru sebagai Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim.